Kompas TV nasional hukum

Eks Kabag Ops Polres Malang Divonis Bebas atas Kasus Tragedi Kanjuruhan

Kompas.tv - 16 Maret 2023, 16:03 WIB
eks-kabag-ops-polres-malang-divonis-bebas-atas-kasus-tragedi-kanjuruhan
Eks Kabag Ops Polres Malang Wahyu Setyo Pranoto divonis bebas atas perkara tragedi Kanjuruhan, Kamis (16/3/2023). (Sumber: Surya.co.id/Tony)
Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Fadhilah

JAKARTA, KOMPAS.TV - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa kasus Kanjuruhan, Mantan Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto.

"Menyatakan terdakwa Kompol Wahyu Setyo Pranoto tidak terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama, kedua, dan ketiga JPU (Jaksa Penuntut Umum)" ujar Abu Achmad Sidqi Amsya saat membacakan amar putusan di PN Surabaya, Kamis (16/3/2023), seperti dikutip dari Kompas.com.

Hakim pun memerintahkan terdakwa dibebaskan atau dikeluarkan dari tahanan segera setelah putusan tersebut dibacakan.

"Memulihkan kedudukan terdakwa sebagaimana harkat dan martabatnya," lanjut hakim.

Vonis bebas ini sekaligus menganulir tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan terdakwa Wahyu Setyo Pranoto dihukum dengan pidana penjara tiga tahun.

Sebagai informasi, vonis bebas sebelumnya juga telah dijatuhkan majelis hakim PN Surabaya kepada terdakwa kasus Kanjuruhan lainnya, yakni mantan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Baca Juga: Eks Kasat Samapta Polres Malang Divonis Bebas dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan, Keluraga Korban Kecewa

Majelis hakim menilai bahwa Bambang Sidik Achmadi dianggap tidak terbukti atas dakwaan yang diberikan jaksa.

Sehingga dalam putusannya, hakim memerintahkan Bambang untuk dibebaskan dari penjara.

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan jaksa. Membebaskan terdakwa dan memerintahkan dibebaskan dari tahanan," kata Ketua Majelis Hakim PN Surabaya Abu Achmad Sidqi Amsya, Kamis (16/3). 

Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Bambang dengan hukuman pidana penjara selama tiga tahun.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022, usai pertandingan tuan rumah Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang berakhir dengan skor 2-3.

Kekalahan itu membuat para suporter turun dan masuk area lapangan.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut, kemudian menggunakan gas air mata yang memicu jatuhnya sebanyak 135 korban jiwa dan ratusan orang luka-luka.

Baca Juga: Eks Danki Brimob Jatim Divonis 1,5 Tahun Penjara atas Tragedi Kanjuruhan, Ini Hal yang Meringankan



Sumber : Kompas TV/Kompas.com

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.