Kompas TV nasional sosial

Cara Membuat KTP Elektronik, Apakah Bisa Jarak Jauh? Ini Kata Dirjen Dukcapil

Kompas.tv - 6 September 2022, 14:58 WIB
cara-membuat-ktp-elektronik-apakah-bisa-jarak-jauh-ini-kata-dirjen-dukcapil
Ilustrasi. Cara membuat KTP elektronik (Sumber: Kompas.com)
Penulis : Nadia Intan Fajarlie | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun, wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas diri resmi.

Setiap WNI berhak mendapatkan KTP elektronik (KTP-el) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Kartu identitas berukuran 8,56 cm x 5,39 itu berisi data diri di antaranya, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, agama, status perkawinan, pekerjaan, dan kewarganegaraan.

Selain itu, KTP elektronik juga berisi foto wajah, data sidik jari, tanda tangan, serta rekam iris mata.

Untuk cara membuat KTP elektronik saat ini cukup mudah. Anda hanya perlu membawa fotokopi Kartu Keluarga ke Dinas Dukcapil setempat atau ke kantor kelurahan, kecamatan, maupun desa yang menjadi unit pelaksana teknis tempat pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).


Baca Juga: Syarat Bikin SIM dan STNK Harus Terdaftar BPJS Kesehatan Kapan Mulai Berlaku? Cek Infonya!

Cara Membuat KTP Elektronik

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, syarat untuk membuat KTP elektronik pertama kali cukup menggunakan fotokopi Kartu Keluarga (KK) tanpa pengantar.

"Sekali lagi, cukup dengan Kartu Keluarga, tanpa perlu pengantar RT/RW/Kelurahan," jelas Zudan pada 22 Maret 2022, dilansir dari laman resmi Ditjen Dukcapil.

Berikut ini langkah-langkah membuat KTP elektronik:

  • Bawa fotokopi KK ke Dinas Dukcapil atau kantor-kantor Adminduk
  • Sampaikan ke petugas bahwa Anda ingin membuat KTP
  • Ambil nomor antrean dan tunggu panggilan petugas
  • Isi formulir dari petugas, pastikan data yang Anda masukkan benar
  • Berikan formulir yang sudah terisi kepada petugas, tunggu panggilan petugas.
  • Anda akan diminta tanda tangan di atas alat tanda tangan digital
  • Petugas juga akan mengambil sidik jari dan rekam iris Anda
  • Selanjutnya petugas akan mengambil foto wajah Anda
  • Setelah semua data tercatat, Anda hanya perlu menunggu proses pencetakan kartu. Lamanya proses pembuatan tergantung Dinas Dukcapil atau kantor Adminduk masing-masing. Ada yang bisa ditunggu, ada juga yang menunggu hingga dua minggu.

Baca Juga: Soal Data SIM Card Bocor, Pakar Keamanan Siber Desak Kominfo Tanggung Jawab

Bisakah Membuat KTP Elektronik dari Jarak Jauh?

Tidak bisa. Saat ini Dirjen Dukcapil Kemendagri masih mewajibkan WNI untuk datang ke lokasi. Sebab, petugas perlu melakukan pengambilan data sidik jari, iris mata, foto, dan sebagainya.

"Untuk membuat KTP elektronik, teman-teman harus datang langsung untuk foto wajah, untuk tanda tangan, dan untuk memasukkan sidik jari ke dalam data center. Sehingga saat ini kita belum memiliki teknologi untuk jarak jauh," kata Zudan melalui akun Instagram @zudanarifofficial, Selasa (6/9/2022).

"Oleh karena itu, saya mohon maaf, rekan-rekan semua harus tetap datang ke Dinas Dukcapil atau kalau yang di luar negeri datang ke perwakilan luar negeri yang sudah memiliki alat itu," imbuhnya.

Baca Juga: Pemprov DKI akan Jadikan Lulus Uji Emisi sebagai Syarat Perpanjangan STNK



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.