Kompas TV internasional kompas dunia

PM India Narendra Modi Dituding Ujaran Kebencian demi Menangi Pemilu, Sebut Muslim India Penyusup

Kompas.tv - 25 April 2024, 08:06 WIB
pm-india-narendra-modi-dituding-ujaran-kebencian-demi-menangi-pemilu-sebut-muslim-india-penyusup
India Narendra Modi mendengarkan Presiden Partai Bharatiya Janata (BJP) JP Nadda merilis manifesto partai untuk pemilu parlemen nasional 2024. Partai oposisi utama India, Partai Kongres, hari Selasa, 23/4/2024, menuduh PM Narendra Modi menggunakan ujaran kebencian setelah ia menyebut umat Muslim warga India sebagai "penyusup". (Sumber: AP Photo)
Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Iman Firdaus

NEW DELHI, KOMPAS.TV - Partai oposisi utama India, Partai Kongres, hari Selasa, 23/4/2024, menuduh PM Narendra Modi menggunakan ujaran kebencian setelah ia menyebut umat Muslim warga India sebagai "penyusup".

Pernyataan itu  menjadi retorika paling provokatifnya terhadap agama Islam dan penganutnya, beberapa hari setelah negara itu memulai pemilihan umum selama seminggu.

Pernyataan Modi pada kampanye pemilu Minggu lalu menuai kritik tajam bahwa Modi sedang menyebarkan stereotip anti-Muslim demi meraih suara


 

Partai Kongres hari Senin mengajukan pengaduan ke Komisi Pemilihan India, menuduh Modi melanggar aturan yang melarang kandidat melakukan aktivitas apa pun yang memperburuk ketegangan agama, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press, Selasa, 23/4/2024.

Para pengkritik Modi mengatakan tradisi India tentang keragaman dan sekulerisme telah diserang sejak Partai Bharatiya Janata (BJP) memenangkan kekuasaan satu dekade yang lalu.

Mereka menuduh partai tersebut memupuk intoleransi agama dan terkadang bahkan kekerasan. Partai itu menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan kebijakannya menguntungkan semua orang India.

Dalam pidato kampanyenya di negara bagian Rajasthan, Modi mengatakan ketika Partai Kongres berkuasa, "mereka mengatakan Muslim memiliki hak pertama atas sumber daya negara ini.  Jika kembali berkuasa, partai tersebut akan mengumpulkan semua kekayaan Anda dan mendistribusikannya di antara mereka yang memiliki lebih banyak anak," katanya.

"Mereka akan mendistribusikannya di antara penyusup," katanya seraya mengatakan, "Apakah Anda pikir uang yang Anda peroleh dengan susah payah harus diberikan kepada penyusup?"

Mallikarjun Kharge, presiden Partai Kongres, menggambarkan ucapan Modi sebagai "ujaran kebencian" dan juru bicara partai, Abhishek Manu Singhvi, menyebutnya "sangat, sangat tidak pantas."

Partai itu meminta tindakan dari komisi pemilihan, yang aturannya melarang kandidat mengajukan retorika "perasaan kasta atau komunal" untuk memperoleh suara.

Baca Juga: PM India Narendra Modi Dituduh Lumpuhkan Oposisi Lewat Departemen Pajak, Disebut Gunakan Cara Ini

Sejumlah aktivis memprotes pidato ujaran kebencian di New Delhi, India, 27 Desember 2021. Partai oposisi utama India, Partai Kongres, hari Selasa, 23/4/2024, menuduh PM Narendra Modi menggunakan ujaran kebencian setelah ia menyebut umat Muslim warga India sebagai "penyusup". (Sumber: AP Photo/Manish Swarup, File)

Pemungutan suara pertama terjadi hari Jumat dalam pemilihan sepanjang enam minggu, yang diperkirakan akan dimenangkan oleh Modi dan Partainya yang nasionalis Hindu menurut sebagian besar survei. Hasilnya akan diumumkan pada 4 Juni.

Asaduddin Owaidi, seorang anggota parlemen Muslim dan presiden partai All India Majlis-e-Ittehad-ul-Muslimeen, hari Minggu mengatakan, "Sejak 2002 hingga hari ini, satu-satunya cara Modi adalah untuk menyakiti Muslim demi mendapatkan suara."




Sumber : Associated Press


BERITA LAINNYA



Close Ads x