Kompas TV internasional kompas dunia

Korea Utara Pecah dengan Sekutu Dekatnya karena Bangun Hubungan Diplomatik dengan Korea Selatan

Kompas.tv - 27 Februari 2024, 02:05 WIB
korea-utara-pecah-dengan-sekutu-dekatnya-karena-bangun-hubungan-diplomatik-dengan-korea-selatan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (Sumber: AP Photo)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

PYONGYANG, KOMPAS.TV - Korea Utara dilaporkan mengalami perpecahan dengan sekutu dekatnya, Kuba yang bangun hubungan diplomatik dengan Korea Selatan.

Kuba dilaporkan telah membangun hubungan diplomatik dengan Korea Selatan pada 14 Februari lalu.

Padahal negara yang pernah dipimpin Fidel Castro itu merupakan sekutu lama Korea Utara sejak Perang Dingin.

Baca Juga: Indonesia dan China Kritik PBB, Sebut Standar Ganda Mereka Menyiksa Warga Palestina di Gaza

Memburuknya hubungan Korea Utara dan Kuba membuat media rezim Kim Jong-un telah meminimalisir liputan tentang Kuba.

Dikutip dari Radio Free Asia, Senin (26/2/2024), media pemerintah Korea Utara Rodong Sinmun, sudah tak melaporkan pemberitaan mengenai Kuba sejak 15 Februari.

Pada berita terakhir, media tersebut melaporkan mengenai Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez yang mengutuk serangan Israel ke Palestina.

Kantor Berita Resmi Korea Utara, KCNA, juga tak memberitakan mengenai Kuba selama lebih dari sepekan.

Kuba bahkan tak disebutkan dalam laporan KCNA pada 23 dan 24 Februari mengenai perayaan di misi diplomatik dan perwakilan PBB di 26 negara, dan serangkaian kunjungan ucapan selamat oleh para pejabat untuk memperingati ulang tahun ke-82, eks pemimpin Kim Jong-il.

Biasanya media Korea Utara menyertakan Kuba saat melaporkan acara nasional seperti ulang tahun mantan pemimpin.

Sementara itu pada 15 Februari, Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengatakan bahwa dibangunnya hubungan diplomatik dengan Kuba akan menjadi pukulan politik dan psikologi bagi Pyongyang.

Korea Selatan sendiri tak memiliki hubungan diplomatik dengan Kuba selama 65 tahun.

Sementara itu Kuba terus memiliki hubungan dekat dengan Korea Utara, yang sudah terbentuk sejak 1960.

Apalagi, mereka berbagi ideologi sosialis yang sama, dan juga memiliki sikap bermusuhan dengan AS.

Baca Juga: Yoav Gallant: Serangan Israel ke Hizbullah Akan Meningkat Meski Gencatan Senjata di Gaza Terjadi

Kuba juga memiliki kedutaan besar di Pyongyang.

Kim Jong-un sendiri sempat menyebut Fidel Castro sebagai kawan seperjuangan.

Korea Utara bahkan memberlakukan hari berkabung resmi pada 2016, ketika Castro meninggal di usia 90 tahun.



Sumber : Radio Free Asia

BERITA LAINNYA



Close Ads x