Kompas TV feature tips, trik, dan tutorial

Berkaca Hilangnya Eril, Jangan Sembarangan, Ini 5 Tips Aman Berenang di Sungai versi Basarnas

Kompas.tv - 29 Mei 2022, 10:35 WIB
berkaca-hilangnya-eril-jangan-sembarangan-ini-5-tips-aman-berenang-di-sungai-versi-basarnas
Foto ilustrasi. Tips aman berenang di sungai menurut Basarnas (Sumber: Haley Phelps/Unsplas)
Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV — Berenang biasanya menjadi satu pilihan seseorang saat beraktivitas di alam bebas. Namun jangan sembarangan, ternyata ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan sebelum berenang di sungai.

Berkaca dari insiden hilangnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril saat berenang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, memang harus diperhatikan betul saat kita berenang di sungai.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Agus Haryono menyatakan ada sejumlah tips yang bisa dilakukan seseorang agar aman saat berenang di sungai.

Diantaranya, kenali lingkungan sungai, pahami kemampuan diri, wajib menggunakan pelampung, hingga paham soal water rescue atau penyelamatan di air.

Berikut ini 5 tips aman berenang di sungai menurut Basarnas:

1. Kenali lingkungan sungai

Menurut Agus, seseorang perlu mengenali lingkungan sungai sebelum memutuskan untuk berenang. Hal ini diantaranya meliputi arus dan kedalaman sungai.

Salah satu cara yang mudah dilakukan, yaitu dengan melakukan pengukuran menggunakan alat dari pinggir sungai.

Seperti jika ingin mengukur kedalaman sungai, maka bisa dilakukan dengan menggunaman kayu atau tongkat dari darat.

Ia yakin apabila pinggiran sungai sudah terukur dalam, maka semakin ke tengah akan semakin dalam.

"Hindari mengukur dengan kaki, itu bahaya. Karena bisa terpeleset dan hanyut makanya butuh peralatan," kata Agus Haryono dalam dialog Sapa Indonesia Akhir Pekan Kompas TV, Minggu (29/5/2022).

Selain itu, sebelum berenang perlu mengumur kecepatan air. Adapun cara sederhananya dengan menghanyutkan benda ringan yang dapat mengapung di air.

"Untuk melihat seberapa cepat (arus) dalam satu menit," imbuhnya.

Agus menyarankan, seseorang sangat tidak dianjurkan berenang di lokasi yang belum dikenali dan belum pernah berenang di sungai tersebut.

2. Persiapkan diri

Menurut Agus, sebelum berenang di sungai baiknya seseorang memahami kemampuannya sendiri, salah satunya soal bisa berenang atau tidak.

Selain itu juga, pastikan bahwa tubuh memiliki stamina yang kuat.

"Karena hal yang paling harus diantisipasi bahaya di sungai adalah kram dan tenggelam," jelas Agus.

Ia menyebut jika stamina kuat, tapi mengalami kram maka potensi tenggelam akan semakin besar.

Oleh karena itu, aktivitas peregangan sebelum renang menjadi sangat penting.

"Agar otot kita tidak kaku, lebih siap, baru kita melakukan aktivitas mandi atau aktivitas lain di sungai," ungkapnya.

3. Gunakan pelampung

Demi keselamatan saat berenang di sungai, Basarnas mengatakan wajib bagi seseorang untuk menggunakan dan membawa pelampung.

Hal itu dipandang penting agar saat terjadi satu hal yang tidak diinginkan, badan tetap bisa mengapung.

"Wajib menggunakan dan bawa pelampung, baik itu yang pabrikan atau improvisasi dari benda yang bisa digunakan untuk mengapung," kata Agus.

4. Patuhi peringatan

Menurut Agus, sebelum berenang seseorang perlu untuk mematuhi peringatan yang sudah ada di sungai.

Itu berlaku, lanjutnya, apabila di sungai tersebut sudah ada larangan untuk berenang.

"Patuhi peringatan yang ada di sungai, kalau memang ada larangan dilarang berenang, ya jangan," tegasnya.

5. Paham teknik water rescue

Teknik water rescue atau penyelamatan di air penting diketahui terutama saat menolong teman, salah satunya terseret arus.

Salah satu teknik yang perlu dipahami, yakni melemparkan benda-benda mengapung dan bisa diraih korban seperti tali ataupun jerigen.

"Apapun benda-benda yang mengapung untuk pegangan korban itu bisa lemparkan ke posisi korban agar dia bisa bertahan dan tidak tenggelam," kata Agus.

Baru setelah itu, bisa dilaksanakan pertolongan selanjutnya yakni mendekati korban salah satunya dengan perahu karet.



Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA



Close Ads x