Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Ramadan di Masa Pandemi Bisa Bikin Impulsive Buying, Ini Trik Menghindarinya Biar Nggak Bokek!

Kompas.tv - 13 April 2021, 00:01 WIB
ramadan-di-masa-pandemi-bisa-bikin-impulsive-buying-ini-trik-menghindarinya-biar-nggak-bokek
Ilustrasi diskon toko online (Sumber: Enterpreneur Academy via Kompas.com)
Penulis : Dina Karina | Editor : Eddward S Kennedy

JAKARTA, KOMPAS.TV- Bulan Ramadan hingga Lebaran biasanya menjadi momentum pengusaha ritel untuk mendongkrak penjualan, dengan memberi diskon besar. Di masa pandemi seperti sekarang, mereka memanfaatkan diskon di toko online untuk menarik banyak pembeli.

Bahkan ada marketplace yang mengumumkan akan menggelar program diskon gede-gedean dan promo ongkos kirim selama Puasa atau sebulan penuh. Ini bisa jadi hal yang berbahaya untuk masyarakat yang tetap tinggal di rumah, namun hobi berselancar di toko online.

Dengan banyaknya diskon yang bertebaran dan kemudahan cara pembayaran, pembeli bisa terjebak pada impulsive buying.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho mengungkapkan, impulsive buying dapat diartikan sebagai perilaku membelanjakan uang yang dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu, bersifat tiba-tiba dan mendadak serta kebetulan, karena kondisi dan keadaan lingkungan tempat kita berada saat itu.

Baca Juga: 5 Tips Agar Keuangan Anda Aman dan Tidak Terjebak Konsumerisme Saat Bulan Ramadhan

Menurut Andy, impulsive buying dapat terjadi ketika seseorang tengah membuka sosmed dan melihat suatu barang kemudian membeli dari toko online tersebut. Yang lebih buruk lagi, kalau ternyata barang yang dibeli bukanlah barang yang diperlukan.

Lantas bagaimana cara agar tidak terjebak impulsive buying? Kompas TV merumuskan tips agar terhindar dari impulisve buying, yang dikutip dari Andy Nugroho dan Halo Duit:

1. Say No to Paylater

Fitur ini memang sangat membantu untuk belanja. Apalagi kalau kondisi anda sedang tidak punya uang. Tapi saking membantunya bisa-bisa kita kebablasan dan jadi ketergantungan pakai fitur ini terus.

Baca Juga: Punya Kartu Kredit Bukannya Untung Malah Bikin Buntung? Coba Tips dari Perencana Keuangan Ini

Jadi lebih baik anda nonaktifkan fitur ini, daripada nanti susah lepasnya.

2. Bikin Daftar Beli dan Tenggat Waktunya

Inilah fungsinya fitur keranjang di toko online. Setiap ingin membeli sesuatu, lebih baik masukkan dulu barangnya ke keranjang dan jangan langsung check out.

Beri waktu beberapa hari untuk anda berpikir, apakah barang tersebut benar-benar anda perlukan? Apakah anda punya cukup uang? Apakah bisa diganti dengan barang lain dengan harga lebih murah?

3. Punya Dana Free Spending

Setiap habis gajian, anda bisa mengalokasikan sejumlah uang untuk anggaran 'belanja suka-suka'. Tapi ingat, jangan berlebihan ya. Jangan sampai mengganggu dana untuk pos kebutuhan yang lain.

Baca Juga: Mengenalkan Investasi pada Anak, Kenapa Tidak? Coba Tipsnya Berikut Ini

3. Taruh Uang di Tempat Aman

Dengan menaruh uang di tempat aman, seperti di rekening yang tidak terhubung dengan mobile/SMS/internet banking ataupun e-wallet, maka anda akan sulit mengakses uang tersebut.

Hal ini juga dapat menjadi salah satu alternatif agar kita tidak khilaf dalam pengeluaran. Bahkan kalau perlu, tinggalkan kartu debit atau kredit di rumah bila sedang pergi ke pusat perbelanjaan.

4. Hindari Mengikuti Akun Online Shop

Yang terpenting adalah membiasakan menghindari follow akun penjual yang ada di sosial media. Sebab, ketika anda mengecek ponsel dan membuka medsos, akun tersebut akan menarik minat untuk membeli. Bukan terkontrol, justru makin boros jika anda semakin banyak mengikuti akun toko online.




Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA



Close Ads x