Kompas TV regional berita daerah

Penemuan Bangkai Badan Pesawat yang Diduga dari Perang Dunia II di Perairan Jayapura!

Minggu, 2 Agustus 2020 | 19:45 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.TV - Tim selam gabungan TNI-Polri dan Basarnas menemukan badan pesawat yang diduga digunakan Belanda pada saat Perang Dunia II di Perairan Jayapura, Papua.

Baca Juga: Pesawat Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura!

Penemuan ini diawali oleh laporan dari nelayan lokal.

Badan pesawat ditemukan tim selam, di kedalaman 22 meter perairan Tanjung Demoy dengan kondisi yang sudah tidak utuh, terdiri dari baling-baling samping kanan, sayap dan ekor pesawat. 

Tim selam membutuhkan waktu dua hari untuk menemukan lokasi tepat puing-puing pesawat, yang diprediksi berjenis Katalina yakni pesawat yang bisa mendarat di permukaan air.

 

Editor : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:46
PK TERHADAP PERKARA MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG DITOLAK, KPK: KAMI HORMATI PUTUSAN MA   MA TOLAK PERMOHONAN PK YANG DIAJUKAN KPK TERKAIT PUTUSAN MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG   KOORDINATOR MAKI BOYAMIN SAIMAN MENILAI BARESKRIM POLRI PERLU MEMERIKSA JAKSA PINANGKI TERKAIT DJOKO TJANDRA   KPAI SARANKAN KEMENDIKBUD GRATISKAN INTERNET SISWA DARI DANA PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK (POP)   SOAL KLAIM HADI PRANOTO, KEMENKES: OBAT HARUS LOLOS UJI ILMIAH   KAROPENMAS SEBUT BARESKRIM PANGGIL PENGACARA DJOKO TJANDRA, ANITA KOLOPAKING SELASA, 4 AGUSTUS 2020   BUPATI BOGOR MINTA PENAMPUNGAN MIGRAN DIPINDAH DARI PUNCAK BOGOR   KEMENKES MINTA MASYARAKAT TIDAK MUDAH PERCAYA KLAIM HADI PRANOTO   TANGGAPI HADI PRANOTO, KEMENKES TEGASKAN PRODUKSI OBAT TIDAK SEMBARANGAN    GUBERNUR JAWA TENGAH GANJAR PRANOTO AKAN POTONG GAJI ASN YANG LANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI KANTOR   KEMENDIKBUD BERI BANTUAN DANA UANG KULIAH TUNGGAL KEPADA 419.605 MAHASISWA TERDAMPAK PANDEMI COVID-19   GUBERNUR JAWA TIMUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA TEGASKAN PENENTUAN ZONA HIJAU BUKAN WEWENANG DAERAH   BAWASLU SEBUT PENYEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PENYELENGGARA PILKADA BELUM 100 PERSEN    KEMENRISTEK TIDAK PERNAH MEMBERIKAN DUKUNGAN UJI KLINIS OBAT HERBAL PRODUKSI BIO NUSWA YANG DIAKUI HADI PRANOTO