Kompas TV regional berita daerah

Kurang Sosialisasi, Warga Takut Ke Puskesmas

Senin, 27 Juli 2020 | 18:18 WIB

SORONG, KOMPAS.TV – Pasca meningkatnya kasus positif covid-19, warga di Kota Sorong enggan untuk melakukan pengobatan di puskesmas, karena takut tertular wabah virus korona. Mereka memilih untuk melakukan pengobatan alternative di rumah, tanpa harus ke pusat pelayanan kesehatan.

Padahal pihak puskemas, salah satunya puskesmas tanjung kasuari mengatakan, tetap memeberikan pelayanan bagi warga dan terus melakukan sosialisasi bagi warga agar tidak perlu takut dan hawatir saat melakukan pengobatan di puskesmas, karena telah di dilakukan pembersihan dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin. Sehingga warga dapat memperoleh pelayanan dengan baik.

Warga mengatakan hingga saat ini sosialisasi sangat kurang terkait pemeriksaan kesehatan, kepada warga terutama yang berada di puskesmas tanjung kasuari kota sorong, sehingga mereka lebih memilih untuk membeli obat di apotik ketika mengalami sakit, ketimbang harus ke puskesmas dan diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Akibat dari kurangnya warga ke puskesmas, suasana pusekesmas terlihat sepi, hanya terlihat beberapa warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Warga enggan untuk mengikuti rapid test yang diberikan puskesmas, karena berbagai alasan, salah satunya jika dinyatakan reaktif dan harus menjalani karantina mandiri.

Diharapkan pemerintah perlu lebih aktif melakukan sosialisasi bagi warga, setiap harinya sehingga menghilangkan rasa takut dan cemas warga saat melakukan pemeriksaan di puskesmas yang ada, dengan demikian pelayanan kesehatan benar-benar merata ke semua masyarakat.

#SorongPapuaBarat #RapidTes #Covid19

Editor : KompasTV Sorong



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:55
SEBANYAK 11 PRAJURIT TNI KODIM 1603 SIKKA, NTT, TERKONFIRMASI POSITIF KORONA SETELAH PULANG PENDIDIKAN DARI BALI   BAPPENDA NTB: DALAM SEPEKAN, TERKUMPUL RP 42,16 JUTA DARI DENDA WARGA DAN ASN YANG TAK MENGGUNAKAN MASKER   PEMKAB SLEMAN, YOGYAKARTA, SIAPKAN RUSUNAWA GEMAWANG UNTUK ISOLASI PASIEN KORONA ASIMTOMATIK    SRI SULTAN HB X MINTA KABUPATEN/KOTA DI DIY TERAPKAN SANKSI SECARA KONSISTEN BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN   BUPATI BERAU, KALTIM, H MUHARRAM, MENINGGAL DUNIA SETELAH 13 HARI DIRAWAT KARENA POSITIF KORONA   DINKES SEBUT KASUS COVID-19 DI KARAWANG, JAWA BARAT, DIDOMINASI OLEH KLASTER INDUSTRI   WALI KOTA TANGERANG ARIEF WISMANSYAH: TEMPAT TIDUR RS RUJUKAN KORONA DI KOTA TANGERANG SUDAH TERISI LEBIH DARI 73%   PEMPROV BANTEN BERENCANA SIAPKAN 5 HEKTAR LAHAN MAKAM KHUSUS BAGI PASIEN KORONA YANG MENINGGAL   POLRI: 8 HARI OPERASI YUSTISI, DENDA YANG TERKUMPUL DARI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN MENCAPAI RP 924,17 JUTA   SATGAS COVID-19 MINTA SETIAP PERUSAHAAN RUTIN TES USAP KE KARYAWAN GUNA TEKAN ANGKA PENULARAN KLASTER PERKANTORAN   PP MUHAMMADIYAH MINTA ELITE PARPOL TAK MANFAATKAN PANDEMI KORONA SEBAGAI KOMODITAS POLITIK KEKUASAAN   BAWASLU: 50 KABUPATEN/KOTA PENYELENGGARA PILKADA MASUK KATEGORI RAWAN TINGGI DALAM ASPEK PANDEMI KORONA    BAWASLU MINTA SEMUA PIHAK BERKOMITMEN MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN PADA SETIAP TAHAPAN PILKADA 2020   BAWASLU MINTA PIMPINAN PARPOL IKUT CEGAH KERUMUNAN MASSA PADA RANGKAIAN PILKADA 2020