Kompas TV regional kriminal

Ibu Tega Jual Bayi Rp 6 Juta ke Makelar dan Dijual Lagi Rp 20 Juta

Jumat, 10 Juli 2020 | 19:41 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang ibu ditangkap personel Polresta Yogyakarta akibat tega menjual bayinya seharga Rp 6 juta.

Bayi dijual pada seorang makelar yang rencananya akan kembali menjual bayi itu pada orang lain.

Polisi berhasil membongkar sindikat perdagangan anak.

Ironisnya dari tiga tersangka yang ditangkap, salah seorang diantaranya adalah ibu kandung bayi.

Polisi juga menangkap dua wanita yang berperan sebagai makelar anak dan tenaga kesehatan yang bertugas merawat bayi.

Kepada polisi, para tersangka mengaku menjalin perkenalan melalui media sosial.

Sang ibu sepakat menjual bayinya seharga Rp 6 juta.

Rencananya, bayi itu akan dijual kembali oleh makelar anak seharga Rp 20 juta kepada orang yang berniat mengadopsi.

"SBF inisialnya yang mengaku akan bisa memberikan adopsi anak dengan biaya 20 juta kesepakatan awalnya. Dimana dari saksi tersebut, SBF ini berkenalan dahulu lewat media Facebook, kemudian terjadi komunikasi, ketemulah di depan RS Pratama tersebut. Nah pada saat itu terjadi percecokan nominal harga, kemudian diketahui security lalu dilaporkan ke Polsek, dan Polsek membawa 2 orang tersebut ke kantor untuk diminta keterangan," jelas Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya.

Para tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:14
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA