Kompas TV regional berita daerah

Pasca Bus Pelajar Terperosok ke Jurang, Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Kecelakaan

Jumat, 3 Juli 2020 | 17:06 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.TV – Satu hari pasca bus yang mengangkut sejumlah pelajar asal kota Metro, Lampung, mengalami kecelakaan saat menuju tempat wisata pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan, kini pihak kepolisian telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 1 orang pelajar tersebut.

Bus yang mengangkut 18 orang pelajar bersama sopir hendak menuju tempat wisata Pantai Minang Rua, Rabu (1/7/2020) sore, naas bus tersebut terperosok ke jurang setelah tak mampu menahan kendali saat melewati jalan sempit dan curam.

Wisata Pantai Minang Rua merupakan salah satu lokasi wisata yang ada di kabupaten Lampung Selatan, saat ini kondisinya belum dibuka kembali di tengah pandemi Covid-19. Karena ingin berlibur, diduga rombongan pelajar datang ke lokasi tanpa pemandu wisata, sehingga sopir yang membawa bus tidak mengetahui medan jalan yang terjal dan curam.

Informasi tersebut disampaikan langsung Kasatlantas Polres Lampung Selatan, Akp Agustinus Rinto usai melakukan Technical Analysis Accident (TAA) di lokasi kecelakaan.

Agustinus juga menyebut, di lokasi akan dipasang rambu-rambu pemberitahuan kondisi jalan untuk mengantisipasi kecelakaan berulang.

Tim Technical Analysis Accident Polda Lampung bersama Polres Lampung Selatan juga telah turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan ini.

Baca Juga: Pasca Lakalantas Bus Pelajar, Satu Korban Masih Dirawat di RSUD Bob Bazar Kalianda

Sebelumnya, bus yang berisi pelajar mengalami kecelakaan saat menuju lokasi wisata pantai Minang Rua, Lampung Selatan. Namun, belum sampai tiba di lokasi bus mengalami kecelakaan dan terjun ke jurang hingga menewaskan 1 orang pelajar.

#kecelakaanbus #korbantewas #PantaiMinangRua

Editor : Kompastv Lampung



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:21
DISKON 50% BELANJA BUKU, KAOS, DAN KOMPAS DIGITAL DI GERAI KOMPAS. AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/HEMATSATU   RUSIA KIRIM 5 PESAWAT BERISI BANTUAN KEMANUSIAAN KE LEBANON PASCA-LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT   JELANG HUT KE-75 RI, PEMPROV BENGKULU AKAN MEMBERIKAN SANKSI BAGI WARGANYA YANG TAK PASANG BENDERA MERAH PUTIH   PEMKOT AMBON, MALUKU, WAJIBKAN ASN TES "SWAB" SETIAP BULAN GUNA CEGAH KLASTER PERKANTORAN   BUPATI POLEWALI MANDAR, SULBAR, ANDI IBRAHIM MASDAR, BERKANTOR DI TEMPAT TERBUKA KARENA KHAWATIR TERTULAR KORONA   PEKAN DEPAN, SD DAN SMP DI KOTA MALANG AKAN DIBUKA UNTUK SIMULASI MESKI MASIH BERSTATUS ZONA MERAH   SEKRETARIS BAPPEDA KALSEL, HADI PURWANTO, MENINGGAL DUNIA KARENA TERINFEKSI KORONA   KOALISI BURUH MIGRAN BERDAULAT SEBUT BP3TKI MAKASSAR TAK SIAP TAMPUNG RIBUAN TKI YANG DIDEPORTASI DARI MALAYSIA   POLRES DEPOK AKAN BERLAKUKAN SISTEM ELEKTRONIK PADA SEPTEMBER 2020   AKAN MAJU PILKADA, MUHAMAD RESMI MUNDUR DARI JABATAN SEKDA TANGSEL   MENHUB BUDI KARYA SUMADI SEBUT KEMACETAN DI PERKOTAAN SANGAT BERDAMPAK PADA PEREKONOMIAN INDONESIA   PENUTUPAN OPERASI PATUH JAYA, 1.169 PENGENDARA DI KOTA TANGERANG KENA TILANG   POLISI SEBUT PENGENDARA SEPEDA MOTOR JADI PELANGGAR TERBANYAK DALAM OPERASI PATUH JAYA DI JAKARTA TIMUR   SEBANYAK 93 PENGENDARA KENA TEGUR DALAM SOSIALISASI GANJIL-GENAP DI JALAN GUNUNG SAHARI, JAKARTA UTARA