Kompas TV regional berita daerah

Pandemi Corona Angka Perceraian di Garut Meningkat

Jumat, 3 Juli 2020 | 15:50 WIB
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman memberikan arahan kepada camat dan kepala desa terkait isolasi mandiri satu kampung, di depan pintu masuk kampung yang diisolasi, Rabu (22/04/2020). (Sumber: KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG)

BANDUNG, KOMPASTV - Pengadilan Agama Kelas 1a Kabupaten Garut mencatat kenaikan drastis kasus perceraian selama masa pandemi Virus Corona (Covid-19).

Hingga saat ini sekitar 3 ribu warga melakukan gugatan perceraian. Mayoritas karena masalah ekonomi dalam rumah tangga.

Setiap harinya panitera di Pengadilan Agama Garut setidaknya menerima 100 orang yang mendaftarkan gugatan perceraian. Lebih dari 80 persen penggugat datang dari pihak perempuan.

Baca Juga: Pasca-PSBB Kasus Perceraian Meningkat, Didominasi Selisih Impitan Ekonomi

Dampak pandemi Covid-19 diduga turut menyumbang keretakan rumah tangga terjadi, sektor ekonomi yang terdampak menyebabkan pemilik usaha maupun perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja pada karyawannya. Hal ini berdampak pada perselisihan rumah tangga karena himpitan masalah ekonomi.

Seorang kuasa hukum yang biasa bertugas di Pengadilan Agama mengatakan akibat pandemi Corona ini warga yang melakukan gugatan naik signifikan dalam sehari. 

Para penasehat hukum yang biasa bertugas di pengadilan agama, rata-rata menangani kasus belasan hingga puluhan orang.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Garut Asep Alinurdin mengatakan dalam dua tahun terakhir angka perceraian di kabupaten Garut cukup tinggi. 

Baca Juga: Akhir Kisah Suami Istri di Malang, Bunuh Diri di Hari Terakhir Sidang Perceraian

Jumlah perkaranya bisa mencapai 5 ribu sampai 6 ribu perkara setiap tahunnya.

Rata-rata usia yang mengajukan perceraian berkisar dari 25 sampai 40 tahun. Hanya ada 2 sampai 5 persen usia 50 hingga 60 tahun yang mengajukan gugatan.

Tingginya angka persidangan membuat Pengadilan Agama Garut cukup kewalahan, hingga kekurangan panitera pengganti dan petugas juru sita.

 

 

 

 

Editor : KompasTV Bandung



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:42
KEMENKOP DAN UKM GENCARKAN PELATIHAN DI DAERAH PUSAT LAHIRNYA WIRAUSAHA MUDA   DUKUNG KETAHANAN PANGAN BERBASIS MASYARAKAT PESANTREN, DOMPET DHUAFA SIAPKAN 1.000 HEKTAR SAWAH IRIGASI   ERICK THOHIR HARAP IMUNISASI MASSAL VAKSIN COVID-19 BISA DILAKSANAKAN MULAI FEBRUARI 2021   DUKUNG PEMULIHAN EKONOMI, MENTERI BUMN ERICK THOHIR DORONG PROGRAM DIGITALISASI RANTAI PASOK LOGISTIS   PT PUPUK INDONESIA SIAPKAN 775.704 TON PUPUK NONSUBSIDI UNTUK PENUHI KEBUTUHAN PETANI   ADA SEKOLAH YANG GELAR BELAJAR TATAP MUKA, GUBERNUR JATENG: KALAU BELUM IZIN, SAYA TUTUP   PT BIO FARMA PERKIRAKAN VAKSIN COVID-19 DIPRODUKSI FEBRUARI ATAU MARET 2021    PT BIO FARMA TARGETKAN 1.620 RELAWAN DISUNTIK VAKSIN COVID-19 HINGGA DESEMBER 2020   POLISI: ADA SEORANG SAKSI MENGAKU SEMPAT BERBICARA DENGAN PENEMBAK PENGUSAHA   POLISI TELAH PERIKSA 10 SAKSI TERKAIT PENEMBAKAN SEORANG PENGUSAHA DI ROYAL GADING SQUARE, JAKARTA UTARA   KEMENTERIAN PERDAGANGAN DORONG EKSPOR KOPI INDONESIA KE MEKSIKO   WEBINAR RISET PRAKTIS: SEBUAH PENGANTAR UNTUK KEPUTUSAN STRATEGIS. DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   DONASI BAGI SENIMAN BISA DISALURKAN KE YAYASAN DANA KEMANUSIAAN KOMPAS: 211144228 (BNI) ATAU 0123021433 (BCA)   DONASI 100 HARI KEPERGIAN DIDI KEMPOT MASIH DIBUKA. MARI BANTU SENIMAN YANG TERDAMPAK COVID-19 AGAR TETAP BERTAHAN