Kompas TV klik360 cerita indonesia

Ikan Asap Penopang Ekonomi Sulawesi Tenggara

Jumat, 3 Juli 2020 | 13:01 WIB

SULAWESI, KOMPAS.COM - Perairan Sulawesi Tenggara dikenal kaya dengan keanekaragaman ikan. Laut dengan ketersediaan ikan yang melimpah ini menjadi penopang utama penghasilan ekonomi Sebagian besar masyarakat.

Selain dikonsumsi langsung ragam ikan hasil tangkapan nelayan banyak diolah dalam bentuk usaha rumah tangga salah satunya ikan asap.

 

Ikan asap dikenal cukup fenomenal oleh masyarakat Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu kuliner lauk pendamping nasi.

Kami mendatangi salah satu usaha ikan asap di desa Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Di desa ini cukup mudah menandai adanya geliat usaha ikan asap.

Dari kejauhan sudah terlihat kepulan asap putih membumbung tinggi di antara pemukiman masyarakat sekitar.

Sudah puluhan tahun usaha ini ditekuni masyarakat desa dan kini terus berkembang sebagai penopang sektor ekonomi andalan mereka.

Proses pengasapan ikan di desa ini masih dilakukan secara sederhana dengan menggunakan bahan bakar kayu. Proses pengasapan ikan seperti ini dianggap cara paling sempurna karena selain bisa menjaga citarasa juga bisa mempertahankan kesegaran ikan.

Hampir semua jenis ikan bisa dikelola menjadi ikan asap, tetapi umumnya adalah jenis ikan tenggiri, pari dan cakalang.

Proses pengasapan ikan terbilang cukup mudah. Ikan yang diiris dalam ukuran tertentu diletakkan diatas pemanggangan dan diasapi dengan nyala api yang tidak terlalu besar.

Pengasapan ikan hingga proses matang biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Pengelola sengaja membuat alat panggang ikan dalam ukuran besar supaya bisa membuat 100 sampai 200 tusuk ikan untuk sekali panggang.

Wahida pengelola usaha mengaku, dalam seminggu bisa memanggang ikan sampai 3 kali dengan modal rata-rata Rp3.000.000. 

Penulis : Krisna Aditomo

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:06
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19