HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Kekurangan Dokter Corona, Risma Minta Tenaga Medis dari UNAIR

Rabu, 1 Juli 2020 | 13:23 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Sutomo Surabaya, Joni Wahyuhadi, menyebut saat ini telah merawat 1.108 pasien Covid-19 dan 874 di antaranya merupakan warga Surabaya.

Meski demikian, rumah sakit rujukan pasien corona terbesar di Jawa Timur ini menegaskan, pihaknya menerima semua pasien yang dirujuk tanpa membedakan asal pasien.

Baca Juga: Dirut RS Dokter Soetomo: 79% Pasien adalah Warga Surabaya

"Kita tidak mempermasalahkan pasien itu dari mana, yang penting kalau pasien ke Soetomo, ada indikasi medis dan kita masih ada layanan artinya itu ada sarananya ada dokternya, ya pasti kita rawat. Kita tidak ada menolak pasien selama kita masih bisa memberikan layanan," katanya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Selasa kemarin, mendatangi gedung dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga untuk menyerahkan langsung bantuan alat pelindung diri.

APD ini diharapkan mengantisipasi penularan virus corona bagi mahasiswa kedokteran maupun dokter program pendidikan dokter spesialis.

Sebelumnya ada 9 dokter PPDS yang terpapar Covid-19 dan dalam perawatan di Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya.

Baca Juga: Lagi Surabaya, Perawat Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Risma juga meminta Fakultas Kedokteran UNAIR untuk mengirim dokter PPDS-nya untuk menangani isu kekurangan tenaga kesehatan.

"Pasien banyak sehingga dokter itu kelelahan, sehingga karena itu kami meminta bantuan nanti kami juga akan komunikasi kalau misalkan rumah sakit yang lain juga memerlukan bantuan maka kami akan coba fasilitasi ke Fakultas Kedokteran UNAIR," kata Risma.

Menurut Dinas Kesehatan Surabaya saat ini ada 3 rumah sakit milik pemerintah kota yang masih membutuhkan dokter di antaranya Rumah Sakit Soewandhi, RSUD Bhakti Dharma Husada, dan Rumah Sakit Asrama Haji.
 

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
08:58
AHMAD RIZA PATRIA MINTA PIHAK RUMAH SAKIT SWASTA TAK PASANG HARGA "RAPID TEST" & "SWAB TEST" DENGAN HARGA TINGGI    WAGUB DKI JAKARTA AHMAD RIZA PATRIA DUKUNG KEMENKES YANG MENETAPKAN BIAYA "RAPID TEST" RP 150.000    PENELITI PERLUDEM FADHLI RAMADHANI: TINGKAT PARTISIPASI DALAM PILKADA 2020 SULIT MENINGKAT KARENA PANDEMI KORONA   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: KAPASITAS INDUSTRI LOKAL MASIH TERBATAS PRODUKSI ALAT TES DIAGNOSIS CEPAT KORONA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 TEGASKAN MASKER JADI KUNCI UNTUK MENCEGAH PENULARAN KORONA LEWAT UDARA    GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: UDARA DINGIN & RUANG TERTUTUP TINGKATKAN POTENSI PENULARAN KORONA LEWAT UDARA    IKUT JEMPUT ETY TOYYIB DI BANDARA, PIMPINAN MPR JAZILUL FAWAID JALANI TES PCR DAN DINYATAKAN NEGATIF KORONA    TENAGA KERJA INDONESIA YANG LOLOS DARI HUKUMAN MATI DI ARAB SAUDI, ETY BINTI TOYYIB, DINYATAKAN POSITIF KORONA   POLDA METRO JAYA: SATU ANGGOTA POLSEK TAMBUN MENINGGAL KARENA KORONA BERSTATUS ORANG TANPA GEJALA (OTG)    WALI KOTA SUKABUMI ACHMAD FAHMI SEBUT SEKOLAH TATAP MUKA BELUM BISA DILAKSANAKAN 13 JULI 2020    WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT DISIPLIN MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN HARUS JADI KEBIASAAN BARU   JUBIR PEMERINTAH ACHMAD YURIANTO AKUI DIKSI "NEW NORMAL" SALAH, GANTI DENGAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DI SEKOLAH CALON PERWIRA ANGKATAN DARAT 1.200 ORANG   AHLI EPIDEMIOLOGI WINDHU PURNOMO: KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT KARENA PELAKSANAAN TES COVID-19 SEMAKIN MASIF