Kompas TV klik360 sisi tv

Apa Salah Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi?

Jumat, 24 April 2020 | 20:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo kembali mendapatkan sorotan. Hal ini terjadi menyusul adanya polemik keterlibatan perusahaan milik Belva Devara dalam kartu prakerja yang dibagikan pemerintah untuk menanggulangi dampak ekonomi pandemi corona atau covid-19.

Sebelumnya, Andi Taufan Garuda Putra juga membuat heboh karena ia mengirimkan surat kepada camat di seluruh Indonesia, agar membantu program penanggulangan virus corona yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 

Dalam surat tersebut disebutkan Kemendes PDTT juga bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpinnya yakni PT Amartha Mikro Fintek.

Belva Devara dan Andi Taufan kini sudah mengundurkan diri dari jabatan staf khusus Presiden.

Dua kejadian ini kemudian menjadi kontroversi dan dinilai oleh banyak pihak menimbulkan konflik kepentingan.

Bahkan, ekonom INDEF Bhima Yudhistira sempat mengajak Belva Devara untuk berdebat terkait dengan kartu prakerja. Founder dan CEO Asumsi.co, Pangeran Siahaan pun juga memberikan sorotan mengenai kasus ini.

Dalam SISI TV kali ini, Bhima Yudhistiran dan Pangeran Siahaan berbagi pendapat mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh para stafsus milenial ini. Karena menurut mereka, para stafsus milenial ini bisa menjadi penyambung antara suara anak muda dan Presiden.

Baca Juga: Andi Taufan Garuda Putra Mengundurkan Diri dari Staf Khusus Presiden

Penulis : Laura Elvina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:24
SELANDIA BARU TAWARKAN BERBAGI KEAHLIAN PENANGANAN KORONA KE PRESIDEN TERPILIH AS JOE BIDEN   PRESIDEN TERPILIH AS JOE BIDEN TEGASKAN PEMERINTAHANNYA BUKAN "PEMERINTAHAN BARACK OBAMA JILID TIGA"   PRESIDEN AS DONALD TRUMP MENGIRIM PESAWAT PENGEBOM B-52 KE TIMUR TENGAH SEBAGAI BENTUK PERINGATAN UNTUK IRAN   MENTERI KETENAGAKERJAAN IDA FAUZIYAH SEBUT BENGKULU MENAIKKAN UMP 2021   GUBERNUR GANJAR PRANOWO ANCAM AKAN MENDENDA ASN YANG MELANGGAR ATURAN PROTOKOL KESEHATAN   SEBANYAK 36 PEGAWAI PEMKAB BREBES, JATENG, POSITIF TERINFEKSI KORONA   MASUK ZONA MERAH KORONA, PEMKOT TASIMALAYA PERKETAT PEMBERIAN IZIN KEGIATAN YANG MENIMBULKAN KERUMUNAN   RS ANANDA DISIAPKAN SEBAGAI TEMPAT ISOLASI PASIEN KORONA DI SALATIGA, JAWA TENGAH   DINKES PADANG PANJANG, SUMBAR: 55 SANTRI DI SALAH SATU PONDOK PESANTREN POSITIF TERINFEKSI KORONA   SATGAS COVID-19: ADA 17 KLASTER KEGIATAN KEAGAMAAN DAN RUMAH IBADAH DI JAKARTA SEJAK MEI-NOVEMBER 2020   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.984 ORANG: 1.389 SEMBUH, 158 MENINGGAL DUNIA, 437 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 505 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 25 NOVEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 5.465.921 SPESIMEN   HINGGA 25 NOVEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 65.438 ORANG