HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV internasional kompas dunia

Saat Donald Trump Dukung Warga AS Tolak Karantina di Tengah Pandemi Corona

Selasa, 21 April 2020 | 11:24 WIB

AS, KOMPAS.TV - Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat tengah dilanda gelombang unjuk rasa dari warganya sendiri, yang menolak kebijakan karantina atau lockdown yang diberlakukan pemerintah negara bagian.

Unjuk rasa dilakukan karena ribuan warga merasa karantina telah melumpuhkan perekonomian mereka. Mereka menuntut pemerintah negara bagian membuka izin untuk tempat usaha selama pandemi.

Unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan warga AS ini tampaknya mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam twitnya pada 17 April 2020, Trump menuliskan tuntutan untuk pembebasan 3 negara bagian.

"LIBERATE MINNESOTA," tulis Trump di akun Twitter-nya pada Jumat, (17/4/2020), yang berarti "Bebaskan Minnesota".

Hal yang sama juga ia tuliskan untuk negara bagian Michigan.

"LIBERATE MICHIGAN," tambahnya.

Selanjutnya ia juga menuliskan hal yang sama untuk Virginia.

"LIBERATE VIRGINIA, and save your great 2nd Amendment. It is under siege!" ujar Trump.

Namun twit dari Presiden AS ini, terindikasi bermuatan politik karena ketiga gubernur negara bagian tersebut berasal dari Partai Demokrat.

Gubernur di setiap negara bagian Amerika Serikat mempunyai kewenangan untuk memberlakukan karantina wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran.

Ini adalah konsekuensi dari sistem federal yang dianut Amerika Serikat, dimana gubernur negara bagian yang berhak menentukan keputusan di wilayah masing-masing.

Sepanjang akhir pekan kemarin, unjuk rasa dilaporkan terjadi di Texas, Indiana dan Wisconsin, setelah sebelumnya terjadi juga di Ohio, Texas, North Carolina, Kentucky, Virginia, Michigan, Minnesota dan Idaho.

Saat ini Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kasus corona tertinggi di dunia. Otoritas kesehatan mencatatkan lebih dari 792.000 kasus penularan virus corona, dengan hampir 42.514 di antaranya meninggal, hingga Senin (20/4/2020).

Baca Juga: "Stay At Home Order", Pembatasan Sosial Ala Amerika Serikat

Editor : Laura Elvina



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
01:13
PERKUAT LINI SERANG, ARSENAL TERTARIK DATANGKAN PEMAIN NEWCASTLE, ALLAN SAINT MAXIMIN   MANCHESTER UNITED TERTARIK DATANGKAN PEMAIN WOLVERHAMPTON, ADAMA TRAORE   NEMANJA MATIC SEPAKAT PERPANJANG KONTRAK DI MANCHESTER UNITED HINGGA 2023   POLISI DALAMI PENGAMBILAN JENAZAH PASIEN COVID-19 DI RSUD DAYA MAKASSAR   KPK DALAMI ALIRAN UANG DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI PENJUALAN DAN PEMASARAN PADA PT DIRGANTARA INDONESIA   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO PASTIKAN TAK ADA SELEKSI CPNS DAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA TAHUN INI   MENAKER IDA FAUZIAH TEGASKAN PEMERINTAH TERUS ADVOKASI PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA   PANDEMI KORONA, BKSDA GARUT, JAWA BARAT, PERKETAT IZIN PENDAKIAN KE GUNUNG GUNTUR   MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN PASTIKAN PEMBUATAN SURAT IZIN PENANGKAPAN IKAN UNTUK KAPAL DI ATAS 30 GT SATU JAM   KPK EKSEKUSI TERDAKWA PENYUAP EKS KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN, SAEFUL BAHRI, KE LAPAS SUKAMISKIN   KOMISI II DPR MINTA KEMENPAN RB TINGKATKAN KEMAMPUAN ASN MANFAATKAN TEKNOLOGI SELAMA BEKERJA DARI RUMAH   DISDIKPORA CATAT SEBAGIAN BESAR SD DAN SMP DI GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA, KEKURANGAN MURID   KETUA GUGUS TUGAS COVID-19 JAWA BARAT OPTIMISTIS KEGIATAN KEAGAMAAN DAN PENDIDIKAN CEPAT PULIH   KEMENDAGRI: KUOTA PPDB JALUR ZONASI DKI JAKARTA SUDAH SESUAI PERMENDIKBUD