Kompas TV nasional indonesia update

Gubernur Sepakat: Jangan Tolak Jenazah Korban Corona!

Kamis, 2 April 2020 | 16:40 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Kasus penolakan warga terhadap pemakaman jenazah yang meninggal karena terjangkit virus corona di Jawa Tengah mendapat perhatian dari Gubernur Ganjar Pranowo.

Menanggapi penolakan sejumlah warga terhadap sejumlah jenazah yang meninggal karena terjangkit virus corona, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara.

Ganjar pun berharap, kejadian ini tidak terulang kembali, mengingat keluarga korban sudah kehilangan anggota keluaraganya, sehingga tidak boleh diberi beban lagi.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Minta Warga Tak Tolak Pemakaman Pasien Corona

Imbauan kepada warga, untuk tidak menolak pemakaman jenazah terjangkit virus corona juga dikeluarkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Gubernur Sumatera Utara, yang merangkap Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan, tidak boleh ada lagi penolakan dari warga, selama adanya standar operasional prosedur yang berlaku terhadap jenazah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menyiapkan area permakaman khusus untuk jenazah covid-19. 

Persiapan ini buntut dari adanya penolakan warga di Permakaman Pannara yang menolak jenazah diduga corona dimakamkan.

Satu unit ambulans yang hendak masuk ke areal Permakaman Pannara, di Makassar, Sulawesi Selatan dihadang oleh warga. 

Penolakan yang terjadi pekan lalu ini, lantaran, warga menolak adanya permakaman jenazah diduga corona.

Ketakutan akan tertular virus corona, jadi alasan utama.

Baca Juga: Pemakaman Jenazah Diduga Corona Ditolak, Lurah Ungkap Alasan Lainnya

Menyikapi hal ini, Gubernur Sulawesi Selatan dan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan, berdiskusi untuk memberi solusi terbaik.

Yakni pihak pemerintah memutuskan akan menyiapkan lokasi permakaman khusus bagi jenazah Covid 19 di Makassar, lokasi permakaman ini berada jauh dari permukiman warga.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan, menyebut, penolak terjadi karena masyarakat belum paham dan memiliki kekhawatiran. 

Namun pemahaman dan sosialisasi telah dilakukan oleh pihak pemerintah pada masyarakat.

Permakaman khusus pasien Covid 19 seluas 1,4 hektar yang akan dilokasikan di wilayah Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. 

Setiap pemakaman yang dilakukan nantinya akan dikawal oleh petugas Gugus Tugas yang terdiri dari anggota TNI, Polisi, dan juga tim kesehatan.

Baca Juga: Kasihan, Jenazah PDP Corona di Gowa Ditolak Warga Saat Hendak Dimakamkan

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:52
PM INDIA NARENDRA MODI JAMIN KAPASITAS PRODUKSI VAKSIN VIRUS KORONA TAK AKAN TERBATAS DAN EKSKLUSIF   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN SEBUT SEKTOR PARIWISATA DIFOKUSKAN UNTUK WISATAWAN DOMESTIK HINGGA AKHIR 2020   KEMENTERIAN ESDM OPTIMISTIS TARGET 1 JUTA PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ATAP TERCAPAI   KEMENTERIAN ESDM DORONG PENGEMBANGAN PROGRAM “RENEWABLE ENERGY BASED INDUSTRY” MELALUI PLTA SKALA BESAR   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO DUKUNG KONSER DANGDUT YANG DIGELAR WAKIL KETUA DPRD KOTA TEGAL DIPROSES HUKUM   POLRI COPOT KAPOLSEK TEGAL SELATAN TERKAIT KONSER DANGDUT YANG DISELENGGARAKAN WAKIL KETUA DPRD TEGAL   IMBAS MUNDURNYA SEJUMLAH PEGAWAI, PIMPINAN KPK AKAN MELAKUKAN EVALUASI SISTEM KEPEGAWAIAN KPK   WAKIL KETUA KOMISI III DPR AHMAD SAHRONI MEMINTA MUNDURNYA SEJUMLAH PEGAWAI KPK TAK PERLU DIBESAR-BESARKAN   BALEG DPR SEBUT SANKSI PIDANA TAK DIBAHAS DALAM KLASTER KETENAGAKERJAAN RUU CIPTA KERJA   KONTRAS KECAM PENGANGKATAN DUA ANGGOTA EKS TIM MAWAR SEBAGAI PEJABAT KEMENHAN   GEDUNG DITUTUP SELAMA TIGA HARI, BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TEGASKAN TAK ADA PEGAWAI POSITIF COVID-19   IKATAN DOKTER INDONESIA SEBUT HINGGA SAAT INI TERDAPAT 123 DOKTER MENINGGAL DUNIA SELAMA PANDEMI   JADI KLASTER COVID-19, PEMKAB BANYUMAS AKAN MELAKUKAN TES USAP TERHADAP SANTRI DI SEMUA PONDOK PESANTREN   SEKOLAH TATAP MUKA MASUK TAHAP FINALISASI, WALI KOTA SURABAYA SEBUT GURU & SISWA HARUS MELAKUKAN TES USAP