HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Indonesia Dikeluarkan dari Daftar Negara Berkembang, Ini Kata Sri Mulyani!

Selasa, 25 Februari 2020 | 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, belum ada pencabutan fasilitas pengurangan bea masuk atau Generalized System of Preferences (GSP) oleh Amerika Serikat.

Hal itu terkait dengan dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang.

Generalized System of Preferences (GSP) masih belum ditetapkan. Jadi kita akan tetap lakukan upaya terbaik untuk tetap mendapat GSP itu,” ujar Sri Mulyani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, yang dilansir dari Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Sri Mulyani mengatakan kalau sebenarnya kebijakan Office of the US Trade Representative (USTR) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tersebut justru lebih berdampak pada bea masuk anti-subsidi atau Countervailing Duties (CVD).

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Ungkap Dampak Virus Corona Untuk Indonesia

“Kalau dilihat dari pengumuman itu lebih ke Countervailing Duties (CVD). Saya rasa dan harap hanya spesifik mengenai CVD,” ujarnya.

Masih mengutip dari Kompas.com, Sri Mulyani mengatakan, selama ini yang menikmati fasilitas CVD hanyalah lima komoditas. Kata Sri Mulyani, jika itu dicabut, maka tidak terlalu memberikan dampak besar pada sektor perdagangan Indonesia.

“Selama ini di Indonesia hanya lima komoditas yang menikmati jadi enggak terlalu besar pengaruhnya ke perdagangan kita. CVD berbeda dengan GSP jadi enggak ada hubunganya dengan berbagai hal lain,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menghadapi hal itu, pemerintah akan meningkatkan daya saing, produktivitas, dan konektivitas Indonesia mengingat sudah masuk sebagai negara berpendapatan menengah ke atas.

#SriMulyani #Indonesia #NegaraBerkembang

Penulis : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Opini

Covid-19: Antara Beijing dan Roma

Jumat, 3 April 2020 | 07:35 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
08:14
BANK DUNIA AKAN GELONTORKAN DANA BANTUAN DARURAT 160 MILIAR AS DOLLAR UNTUK TANGANI DAMPAK VIRUS KORONA   PEMKOT TANGERANG DISTRIBUSIKAN 1.145 ALAT PELINDUNG DIRI DAN 35.850 MASKER UNTUK TENAGA MEDIS   PANDEMI VIRUS KORONA, MENTERI PMK MUHADJIR EFFENDY IMBAU TKI DI MALAYSIA TAK PULANG KAMPUNG   MENSOS HARAP KEPALA DAERAH TAMBAH PROGRAM BANTUAN SOSIAL UNTUK WARGA MISKIN SELAMA PANDEMI KORONA   CEGAH PENYEBARAN KORONA, MASJID ISTIQLAL PERPANJANG MASA TAK GELAR IBADA SHALAT JUMAT BERJAMAAH HINGGA 19 APRIL 2020   BUPATI TRENGGALEK: KPE BERISI UANG ELEKTRONIK RP 100 RIBU YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK BELI KEBUTUHAN POKOK   PEMKAB TRENGGALEK AKAN SIAPKAN 5.000 KARTU PENYANGGA EKONOMI (KPE) BAGI WARGA YANG TERDAMPAK VIRUS KORONA   PEMKAB TANGERANG AKAN KARANTINA WARGA BERSTATUS ODP KORONA DI GRIYA ANABATIC   KETUA DPR PUAN MAHARANI PASTIKAN PEMBAHASAN OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DI DPR JALAN TERUS   PANDEMI VIRUS KORONA, MENTERI BUMN ERICK THOHIR PASTIKAN PROYEK BUMN TETAP BERJALAN   KEMENTERIAN PERTANIAN JAMIN KETERSEDIAAN PASOKAN CABAI AMAN HINGGA LEBARAN   JELANG RAMADAN DAN LEBARAN, PERUM BULOG PASTIKAN STOK BERAS MENCUKUPI   MENTERI PUPR SEBUT PROYEK MOTOGP DAN KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL DI MANDALIKA TETAP BERJALAN    GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN TUNGGU ARAHAN MUI SOAL KEBIJAKAN BERIBADAH SELAMA BULAN RAMADAN