HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Terancam 10 Tahun Penjara, Rangga Sasana Ajukan Penangguhan Penahanan

Kamis, 20 Februari 2020 | 19:20 WIB

BANDUNG, KOMPAS.TV - Tak bisa bernapas panjang.

Itu keluhan yang dirasakan oleh tersangka Sunda Empire, Rangga Sasana.

Rangga mengaku sudah lama mengidap sakit paru-paru, dan telah beberapa kali juga dirawat di rumah sakit.

Ini jadi alasan utama, seorang Sekretaris Jenderal Sunda Empire ini, ingin mengajukan penangguhan penahanan.

Menurutnya, pengajuan penangguhan penahanan merupakan hak seorang tahanan untuk berobat.

Bukan Rangga jika tanpa kontroversi.

Rangga menilai tak ada alasan bagi polisi untuk tidak mengabulkan penangguhan penahanannya.

Dia menilai tidak terlibat dalam kegaduhan yang diciptakan Sunda Empire, karena kegaduhan sudah terjadi sebelum dia bergabung Sunda Empire.

Rangga Sasana boleh saja percaya diri permohonannya dikabulkan.

Namun, penangguhan penahanan tak begitu saja diberikan polisi.

Polda Jawa Barat, masih akan menganalisis soal risiko, jika tersangka tidak ditahan. Termasuk juga pertimbangan soal investigasi penyidik.

Keberadaan Sunda Empire sempat menimbulkan kontroversi karena berbagai klaim, dan membelokkan sejumlah fakta sejarah.

Hingga akhirnya tiga orang yang disebut petinggi Sunda Empire ditangkap polisi pada akhir Januari lalu.

Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong dan membuat keonaran.

Satu tersangka, Rangga Sasana adalah anggota Sunda Empire yang paling sering membuat pernyataan atas klaim-klaim kelompok itu. Mereka terancam hukuman hingga 10 tahun penjara. 

Penulis : Dea Davina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:21
ADA 1.677 KASUS POSITIF KORONA DI INDONESIA, 103 DI ANTARANYA TELAH DINYATAKAN SEMBUH   BACA E-PAPER KOMPAS GRATIS DARI RUMAH. GUNAKAN KODE KOMPASWFH, AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/EPAPERKOMPAS   PRESIDEN JOKOWI MINTA KEPALA DAERAH SATU VISI DALAM MENANGANI PANDEMI VIRUS KORONA   PRESIDEN JOKOWI PASTIKAN FASILITAS ISOLASI DI PULAU GALANG, BATAM, BEROPERASI PADA 6 APRIL 2020   WAKIL BUPATI LUWU TIMUR, SULSEL, IRWAN BACHRI SYAM SUMBANGKAN SELURUH GAJINYA UNTUK TANGGULANGI KORONA   OJK INGATKAN KEPADA INDUSTRI KEUANGAN TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN ATAS KONDISI YANG TERJADI AKIBAT KORONA   MENKEU SRI MULYANI SUNTIK DANA RP 3 TRILIUN KE BPJS KESEHATAN UNTUK BISA SEGERA BAYAR TAGIHAN RS   KEMENTERIAN ESDM: PELANGGAN LISTRIK PRABAYAR GOLONGAN 450 VA & 900 VA AKAN DAPAT TOKEN GRATIS SELAMA 3 BULAN KE DEPAN   DITLANTAS POLDA METRO JAYA UNDUR WAKTU PENYERAHAN BARANG BUKTI TILANG KE KEJARI DKI AKIBAT ADA PANDEMI KORONA   PEMKAB KEPULAUAN SERIBU SEDIAKAN "RAPID TEST" KORONA DI PUSKESMAS DAN RSUD DI PULAU PRAMUKA   PEMKAB KEPULAUAN SERIBU SIAPKAN DUA PULAU SEBAGAI TEMPAT ISOLASI PASIEN KORONA   DOKTER SPESIALIS PARU ERLINA BURHAN INGATKAN MASYARAKAT TIDAK "PANIC BUYING" BELI MASKER DI TENGAH PANDEMI KORONA   MENSOS JULIARI BATUBARA: PROGRAM BANTUAN SOSIAL SELAMA PANDEMI KORONA SEGERA DISALURKAN   PRESIDEN JOKOWI DIGUGAT OLEH KELOMPOK PEDAGANG ECERAN KARENA DIANGGAP LALAI ANTISIPASI PANDEMI VIRUS KORONA