Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Wih! Bisnis Waralaba Warteg Kharisma Bahari Punya Ratusan Cabang

Rabu, 19 Februari 2020 | 15:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mengusung model bisnis warung tegal alias warteg, sebuah brand kuliner berhasil memayungi lebih dari 400 warteg di Jabodetabek, Bandung dan Semarang.

Tak hanya mengandalkan ragam rasa lauk dan sayur mayur berharga miring, seorang pemuda Tegal mengusung kebersihan dan kenyaman sebagai daya tarik warteg ini.

Tergoda rasanya ikut menjajal makanan di warung tegal satu ini.

Pilihan lauk serta sayur mayurnya, bisa dibilang cukup bervariasi.

Tempatnya yang bersih serta rapi membuat konsumen betah berlama-lama meski piring telah licin.

Suyadi, sang pendiri warteg dengan bendera kharisma bahari ini masih kerap turun tangan mengurus langsung warteg-nya.

Awalnya, pria berusia 47 tahun ini harus berjibaku membangun Warteg Kharisma Bahari.

20 tahun berselang, Warteg Kharisma Bahari sudah beranak pinak.

Penikmat makanan warteg pun dimanjakan dengan beragam fasilitas, termasuk pendingin ruangan.

Alhasil, investor ingin ikut mencicipi nikmatnya bisnis warteg terkini.

Layaknya bisnis kuliner ataupun restoren ternama lainnya, kualitas serta harga jual makanan menjadi penentu sukses "brand" makanan.

Namun kebersihan serta lokasi usaha tak boleh dikesampingkan.

Suyadi mengatakan lokasi sangat menentukan omset yang mengalir ke kantongnya, setidaknya 5 juta atau bahkan lebih dari 30 juta rupiah per bulan.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:16
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA