HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Warga Aluh-Aluh Keracunan Massal

Jumat, 14 Februari 2020 | 16:37 WIB

KAB. BANJAR, KOMPAS.TV - Warga Desa Terapu, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar yang diduga mengalami keracunan makanan langsung dibawa ke puskesmas aluh aluh untuk mendapatkan perawatan sejak kamis sore hingga malam (13/2/2020).

Korban mendapatkan pertolongan pertama dengan pemberian cairan infus setelah mengalami mual, muntah dan buang air besar usai menyantap makanan dari sebuah acara selamatan warga setempat pada kamis sore.

Banyaknya jumlah pasien membuat sebagian besar korban keracunan ini hanya menempati lantai baik di puskesmas maupun balai pertemuan yang berada tepat di depan puskesmas.

Menurut salah satu orangtua korban keracunan, Diarsih, kejadian berlangsung mulai sekitar pukul empat sore setelah digelar haul salah seorang warga.
Hingga pada kamis malam lalu tercatat 51 warga yang mendapatkan infus, sementara yang kondisinya membaik diperbolehkan pulang.

"Katanya Haulan, anak-anak datangnya muntah-muntah, terus dibawa ke (puskesmas) Aluh-aluh", terang Diarsih Kepada Jurnalis Kompas TV Banjarmasin di puskesmas pada jumat malam. Ketika itu ia mengantarkan anknya yang turut menjadi korban.

Kapolsek Aluh-aluh, IPDA Simon J menerangkan, para korban mulai mengeluh mual setelah 30 menit menyantap hidangan. "Setelah masyarakat datang untuk makan, 30 menit setelah itu mereka mual-mual dan muntah", terang IPDA Simon J.

Pihak medis juga menyatakan para korban masih dalam status aman dan cukup ditangani di puskesmas.

Sementara pada jumat pagi (14/2/2020), hampir seluruh korban telah dipulangkan kerumah mereka masing masing.

Hanya tersisa dua korban yang masih ditangani di puskesmas Aluh-aluh.

Sedangkan warga lain telah diperbolehkan pulang dan diminta tetap melakukan rawat jalan dalam beberapa hari kedepan.

Dua korban yang masih dirawat tersebut juga rencananya akan diperbolehkan pulang pada jumat sore.

Pihak dinas kesehatan mengaku tak ada warga yang mengalami keracunan serius dan harus di lakukan penanganan hingga kerumah sakit.

Sementara hasil penelitian unsur kima, pihak dinas kesehatan Kabupaten Banjar mengaku  tidak menemukan  racun yang serius, namun pihak dinas masih melakukan penelitian pada virus pada makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masal ini.

Penulis : KompasTV Banjarmasin



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
02:56
PEKAN DEPAN, BALEG DPR AKAN BENTUK PANITIA KERJA UNTUK BAHAS DRAF "OMNIBUS LAW" RUU CIPTA KERJA   KETUA KOMISI III DPR HERMAN HERY BANTAH PEMBAHASAN RKUHP & RUU PEMASYARAKATAN AKAN DIKEBUT DALAM SEPEKAN   EVI NOVIDA GINTING SAMPAIKAN SURAT KEBERATAN ATAS KEPPRES YANG BERHENTIKAN DIRINYA SEBAGAI KOMISIONER KPU   KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA DESAK PELAKU IMPORTIR SEGERA REALISASIKAN IMPOR BAWANG PUTIH   MENKES ISRAEL YAAKOV LITZMAN DINYATAKAN POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO IMBAU MASYARAKAT TAK KUCILKAN TENAGA MEDIS YANG TANGANI PASIEN KORONA   GUBERNUR RIAU SYAMSUAR TINGKATKAN STATUS SIAGA MENJADI TANGGAP DARURAT VIRUS KORONA   IAKMI NILAI KEBIJAKAN "SOCIAL DISTANCING" UNTUK CEGAH VIRUS KORONA BELUM BERJALAN DENGAN BAIK   MENDAGRI TITO KARNAVIAN INSTRUKSIKAN KEPALA DAERAH ISOLASI TKI DARI MALAYSIA YANG MEMILIKI GEJALA VIRUS KORONA   KPK BENTUK TIM KHUSUS UNTUK AWASI PENGGUNAAN ANGGARAN PENANGANAN VIRUS KORONA   POLRI TANGANI 70 KASUS HOAKS TERKAIT VIRUS KORONA PER 2 APRIL 2020   MENKES TERAWAN AGUS PUTRANTO: HAMPIR 8.500 VENTILATOR DIDISTRIBUSIKAN KE SEMUA RS RUJUKAN KORONA DI INDONESIA   PEMPROV DKI JAKARTA BUAT LABORATORIUM UNTUK PERCEPAT TES VIRUS KORONA   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN TUNGGU ARAHAN MUI SOAL KEBIJAKAN BERIBADAH SELAMA BULAN RAMADAN