HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Sedotan Bambu Ramah Lingkungan

Senin, 10 Februari 2020 | 14:12 WIB

MADIUN, KOMPASTV - Sedotan bambu karya seorang perajin asal Kabupaten Madiun Jawa Timur, menjadi komoditas ekspor yang diperebutkan oleh pemesan di Pasar Asia dan Eropa. Selain ramah lingkungan, serat pada sedotan bambu berkhasiat menyaring radikal bebas pada minuman.

Sedotan bambu karya Fahmi ini, diproduksi di rumahnya di Desa Setemon, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Jenis bambu yang digunakan adalah apus, yang tumbuh subur dan melimpah di lereng Gunung Wilis Madiun.

Fahmi menekuni usaha sedotan bambu sejak lama dan kini sudah dieskpor ke mancanegara bahkan produk sedotan bambunya menjadi komoditas eskpor yang diperebutkan oleh pemesan di Pasar Asia dan Eropa.

Dengan dibantu oleh empat orang karyawan, Fahmi memproduksi sedotan bambu secara manual. Bambu yang sudah dikeringkan dipotong dengan ukuran panjang 20 hingga 24 sentimeter. Pemotongan bambu menggunakan alat pemotong kayu yang telah dimodofikasi.

Setelah dipotong, kulit bambu kemudian dihaluskan untuk menghilangkan kotoran dari alam sekaligus untuk menampakkan serat kulit luar bambu. Bekas potongan pada dua ujung bambu dan lobang bambu juga dibersihkan dengan amplas yang digerakkan mesin bor

Fahmi mampu memproduksi 30 ribu sedotan bambu dalam sebulan, dengan rincian 15 ribu diekspor ke Korea dan 15 ribu sisanya diekspor ke Ausralia. Harga sedotan bambu di Australia mencapai satu dolar, sedangkan di Korea mencapai satu won. Fahmi sendiri mendapatkan omzet 90 juta rupiah per bulannya.

Sedotan bambu karya Fahmi diminati pasar luar negeri, karena lebih ramah lingkungan dibandigkan sedotan plastik. Serat alami vertikal pada bambu mampu menyaring kotoran dalam air.

Di dalam negeri sendiri harga sedotan bambu ini mencapai 2 ribu rupiah perbatang dan bisa digunakan hingga sepuluh kali oleh penggunanya.

#SedotanBambu #PerajinSedotan #SedotanRamahLingkungan # komoditasEkspor #Madiun

Penulis : KompasTV Jember



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
21:01
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   KOMNAS HAM MINTA PRESIDEN DAN DPR TUNDA PENGESAHAN RKUHP   KANWIL KEMENKUMHAM BALI SIAPKAN BLOK KHUSUS UNTUK NARAPIDANA BERSTATUS POSITIF KORONA   KEMENTERIAN LUAR NEGERI ALOKASIKAN RP 110 MILIAR UNTUK PENANGANAN VIRUS KORONA   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO TERBITKAN SE LARANGAN MUDIK BAGI ASN DAN KELUARGA   KEMENDIKBUD MENDATA 40.081 SENIMAN TERDAMPAK PANDEMI VIRUS KORONA   IKATAN DOKTER NDONESIA INVESTIGASI MENINGGALNYA PETUGAS MEDIS TANGANI KORONA   PEMKAB BANTUL, YOGYAKARTA, SIAPKAN RUMAH ISOLASI WARGA YANG MUDIK DARI LUAR DAERAH   KETUA DPR: PEMERINTAH PERLU MILIKI DATABASE TERKAIT RUMAH SAKIT YANG TENAGA KESEHATANNYA MEMERLUKAN APD   MENLU SEBUT 907 WNI PESERTA JAMAAH TABLIGH BERADA DI LUAR NEGERI, PALING BANYAK DI INDIA   MENSOS: WARGA MISKIN DI JABODETABEK DAPAT PAKET SEMBAKO BUKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI   MUI: JIKA PANDEMI VIRUS KORONA MASIH TAK TERKENDALI, SHALAT IDUL FITRI DITIADAKAN   GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN KORONA SERAHKAN 7.000 APD KE DOKTER GIGI DAN SPESIALIS THT