Kompas TV nasional berita kompas tv

Bukan Hukuman Seumur Hidup, Pelajar Bunuh Begal Divonis 1 Tahun Pembinaan

Kamis, 23 Januari 2020 | 13:13 WIB
bukan-hukuman-seumur-hidup-pelajar-bunuh-begal-divonis-1-tahun-pembinaan
Suasana persidangan vonis ZA (17) di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/1/2020). (Sumber: KOMPAS.COM/ANDI HARTIK)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang mejatuhkan pidana pembinaan selama satu tahun terhadap ZA (17), pelajar yang membunuh begal.

Hakim tunggal, Nuny Defiary menilai ZA terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian.  Korbannya tak lain orang yang ingin membegal dirinya.

Hakim memutuskan ZA melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia seperti dalam dakwaan sekunder.

Baca Juga: Pelajar Pembunuh Begal Tidak Terancam Pidana Seumur Hidup, tetapi...

"Mengadili satu, menyatakan bahwa ZA terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan mati. Dua, menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam LKSA selama satu tahun. Sang anak diberikan pendampingan dan pembimbingan," kata Nuny saat membacakan putusan di PN Kepanjen, Kamis (23/1/2020).

Pembinaan yang terhadap ZA akan berlangsung di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Vonis hakim tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). 

Pengacara ZA, Bakti Reza Hidayat menyampaikan, pihaknya masih belum memutuskan apakah menerima putusan atau mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya. Pihaknya memiliki waktu tujuh hari untuk mempertimbangkan vonis hakim.

Editor : Johannes Mangihot

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:55
SEBANYAK 11 PRAJURIT TNI KODIM 1603 SIKKA, NTT, TERKONFIRMASI POSITIF KORONA SETELAH PULANG PENDIDIKAN DARI BALI   BAPPENDA NTB: DALAM SEPEKAN, TERKUMPUL RP 42,16 JUTA DARI DENDA WARGA DAN ASN YANG TAK MENGGUNAKAN MASKER   PEMKAB SLEMAN, YOGYAKARTA, SIAPKAN RUSUNAWA GEMAWANG UNTUK ISOLASI PASIEN KORONA ASIMTOMATIK    SRI SULTAN HB X MINTA KABUPATEN/KOTA DI DIY TERAPKAN SANKSI SECARA KONSISTEN BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN   BUPATI BERAU, KALTIM, H MUHARRAM, MENINGGAL DUNIA SETELAH 13 HARI DIRAWAT KARENA POSITIF KORONA   DINKES SEBUT KASUS COVID-19 DI KARAWANG, JAWA BARAT, DIDOMINASI OLEH KLASTER INDUSTRI   WALI KOTA TANGERANG ARIEF WISMANSYAH: TEMPAT TIDUR RS RUJUKAN KORONA DI KOTA TANGERANG SUDAH TERISI LEBIH DARI 73%   PEMPROV BANTEN BERENCANA SIAPKAN 5 HEKTAR LAHAN MAKAM KHUSUS BAGI PASIEN KORONA YANG MENINGGAL   POLRI: 8 HARI OPERASI YUSTISI, DENDA YANG TERKUMPUL DARI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN MENCAPAI RP 924,17 JUTA   SATGAS COVID-19 MINTA SETIAP PERUSAHAAN RUTIN TES USAP KE KARYAWAN GUNA TEKAN ANGKA PENULARAN KLASTER PERKANTORAN   PP MUHAMMADIYAH MINTA ELITE PARPOL TAK MANFAATKAN PANDEMI KORONA SEBAGAI KOMODITAS POLITIK KEKUASAAN   BAWASLU: 50 KABUPATEN/KOTA PENYELENGGARA PILKADA MASUK KATEGORI RAWAN TINGGI DALAM ASPEK PANDEMI KORONA    BAWASLU MINTA SEMUA PIHAK BERKOMITMEN MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN PADA SETIAP TAHAPAN PILKADA 2020   BAWASLU MINTA PIMPINAN PARPOL IKUT CEGAH KERUMUNAN MASSA PADA RANGKAIAN PILKADA 2020