HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV / klik360 / cerita indonesia

Rizieq Shihab: Saya Masih Dicekal Atas Permintaan Pemerintah Indonesia

Senin, 2 Desember 2019 | 13:03 WIB

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memberi sambutan lewat video dalam Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/19). Dalam sambutannya, Rizieq meminta maaf karena tak bisa hadir dengan alasan masih dicekal oleh pemerintah Arab Saudi.

"Karena saya masih dicekal oleh pemerintah Saudi Arabia dengan alasan keamanan atas permintaan pemerintah Indonesia," kata Rizieq kepada para peserta reuni 212

Rizieq mengatakan, ada dua pernyataan Duta Besar Arab Saudi, baik yang lama dan baru untuk membuktikan kebohongan pemerintah Indonesia.

"Apa yang sudah dikatakan Duta Besar Arab Saudi yang lama, yaitu Syekh Osama Al Shuaibi, beliau menyatakan bahwa 'kami Saudi setiap saat siap untuk memberikan Habib Rizieq ke Indonesia'. Akan tetapi silakan Anda tanyakan tentang sikap dari pemerintah Anda sendiri,'" ucap Rizieq.

Selain itu, kata Rizieq, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Esam A. Abid Athagafi mengungkapkan bahwa tengah ada negosiasi antara Arab Saudi dan Indonesia mengenai dirinya.

#RizieqShihab #Reuni212 #FadliZon

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru. 

Media social Kompas TV: 
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV 
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv 
Twitter: https://twitter.com/KompasTV 
LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
11:53
POLRESTA SURAKARTA TERJUNKAN 700 PERSONEL UNTUK AMANKAN NATAL 2019 DAN TAHUN BARU 2020 DI SOLO, JAWA TENGAH   LIPI: 59 PERSEN SAMPAH DI TELUK JAKARTA ADALAH PLASTIK DAN "STYROFOAM"   WASEKJEN PPP ACHMAD BAIDOWI SEBUT PARTAINYA TIDAK AKAN MENCALONKAN MANTAN NARAPIDANA KORUPSI DI PILKADA 2020   MAJU JADI BAKAL CALON WALI KOTA, GIBRAN RAKABUMING RAKA INGIN MEMBAWA SOLO MELOMPAT LEBIH MAJU   PUTRA PRESIDEN JOKOWI, GIBRAN RAKABUMING RAKA, DAFTAR MENJADI BAKAL CALON WALI KOTA SOLO   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT MAJELIS TAKLIM YANG TIDAK DAFTAR KE KEMENAG TETAP BISA BERAKTIVITAS   WAPRES MA'RUF AMIN PIMPIN RAPAT KOMITE DEWAN PENGARAH REFORMASI BIROKRASI NASIONAL   KPK JADWALKAN PEMERIKSAAN CEO LIPPO GROUP JAMES TJAHAJA RIADY TERKAIT KASUS MEIKARTA   BAKAMLA TANGKAP DUA KAPAL YANG MENJUAL SOLAR ILEGAL DI PERAIRAN TANJUNG SAUH, BATAM, KEPRI   KPK MINTA KPU PATUHI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI SOAL MANTAN KORUPTOR CUTI 5 TAHUN SEBELUM MAJU PILKADA   KOMISI X DPR PANGGIL MENDIKBUD NADIEM MAKARIM BAHAS SOAL PENGHAPUSAN UJIAN NASIONAL DAN ZONASI   STAFSUS MENTERI BUMN ERICK THOHIR, ARYA SINULINGGA, SEBUT ADA BUMN BERI SUVENIR MAHAL DI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM   MENHAN PRABOWO SUBIANTO MINTA TNI TIDAK GUNAKAN PENDEKATAN MILITER KEPADA MASYARAKAT PAPUA   BANGGAR DPR TEMUI GUBERNUR SULAWESI SELATAN NURDIN ABDULLAH UNTUK PERIKSA IMPLEMENTASI DANA DESA