Kompas TV nasional berita kompas tv

Uji Materi UU KPK Ditolak, Mahasiswa: MK Inkosisten

Jumat, 29 November 2019 | 13:32 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi menilai putusan hakim Mahkamah Konstitusi terkait uji materi Undang-Undang KPK yang diajukan para mahasiswa belum masuk pada pokok perkara. Hal ini lantaran obyek materi undang-undang yang dimohonkan keliru.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut permohonan uji materi belum sampai pada tahap pengujian substansi dari Undang-Undang nomor 19 tahun 2019 atau Undang-Undang KPK.

Hal ini karena kesalahan pencantuman nomor undang-undang. KPK pun masih menunggu uji materi Undang-Undang KPK yang diajukan beberapa pihak lain. Termasuk permohonan uji materi Undang-Undang KPK oleh 3 pimpinan KPK pada pekan lalu.

Mahkamah Konsititusi memutuskan untuk menolak gugatan uji materi atau judicial review yang diajukan oleh Zico Leonard dan puluhan mahasiswa terhadap UU KPK karena kesalahan obyek pada penulisan nomor undang-undang.

Sebelumnya Zico Leonard dan 18 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggu mengajukan gugatan uji materi kepada UU KPK yang baru ke MK tepat sehari setelah undang-undang ini disahkan oleh DPR. Saat permohonan diajukan undang-undang hasil revisi belum diberi nomor dan tahun oleh Kementerian Hukum dan HAM serta tidak ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Mahasiswa pemohon uji materi UU KPK yang baru Zico Leonard mempertanyakan sikap Mahkamah Konstitusi terhadap permohonannya. Zico menilai jika MK tidak konsisten dalam menangani uji materi undang undang kpk yang baru. Salah satunya karena jadwal persidangan yang dipercepat sehingga mahasiswa sebagai pelapor tidak dapat melakukan perbaikan permohonan untuk memasukkan nomor UU KPK yang baru disahkan pada 17 Oktober 2019. Zico pun berencana melaporkan hakim Mahkamah Konstitusi ke Dewan Etik MK.

#UUKPK #MahkamahKonstitusi #UjiMateri

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru. 

Media social Kompas TV: 
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV 
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv 
Twitter: https://twitter.com/KompasTV 
LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Editor : Imanuel Gilang Krisjanuar



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:05
18 TENAGA KESEHATAN RSUD 45 KUNINGAN, JAWA BARAT, POSITIF TERINFEKSI COVID-19   MANTAN KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN DITUNTUT 8 TAHUN PENJARA TERKAIT KASUS HARUN MASIKU   MAHKAMAH AGUNG BELUM TERIMA SURAT PERMOHONAN PEMAKZULAN FAIDA SEBAGAI BUPATI JEMBER   SATGAS PENANGANAN COVID-19: KASUS BARU TERINFEKSI VIRUS KORONA MENCAPAI 1.679 PADA 3 AGUSTUS 2020    POLDA JATIM SEBUT SUDAH ADA 15 TERDUGA KORBAN KASUS DUGAAN PELECEHAN SEKSUAL BUNGKUS KAIN JARIK   KAPOLRES LHOKSEUMAWE AKBP EKO HARTANTO TERKONFIRMASI POSITIF TERJANGKIT VIRUS KORONA    SATGAS PENANGANAN COVID-19: ANGKA KEMATIAN AKIBAT VIRUS KORONA DI INDONESIA SEMAKIN MENURUN    PENGADILAN TINGGI DKI JAKARTA KUATKAN VONIS TIPIKOR PADA PN PUSAT KEPADA MANTAN DIRUT GARUDA EMIRSYAH SATAR   KAPOLDA METRO JAYA: PEREDARAN NARKOBA SAAT PANDEMI KORONA SAAT TINGGI   HONG KONG TUNDA PEMILU HINGGA 2021 AKIBAT PANDEMI COVID-19    GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL SEBUT PASIEN SEMBUH COVID-19 NAIK MENJADI 3.992 ORANG   PRESIDEN JOKOWI: ANGKA KEMATIAN DI INDONESIA LEBIH TINGGI 0,8 PERSEN DARIPADA KEMATIAN GLOBAL    PARTAI GERINDRA IKUT BERGABUNG DALAM GERBONG KOALISI PDI-P DI KOTA SOLO MENGUSUNG GIBRAN RAKABUMING RAKA   POLRESTABES PALEMBANG, SUMSEL, TAHAN DUA YOUTUBER PELAKU "PRANK" PAKET KURBAN BERISI SAMPAH