HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Ahok Mau Dipasang Jadi Bos BUMN, Kontroversi Mencuat

Senin, 18 November 2019 | 13:47 WIB

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Punama atau Ahok kembali ramai diperbincangkan karena bakal mengisi pos penting BUMN. Sayangnya, belum lagi terpilih dan bekerja, sudah ada penolakan terhadap Ahok dari serikat pekerja BUMN.

Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Thohir sedang berbenah. Sejumlah posisi atau jabatan dipersiapkan untuk mendongkrak kinerja. Salah satu nama yang ramai dibicarakan akan mengisi posisi penting di BUMN adalah Basuki Tjahaja Purnama atau BTP.

Lalu di pos mana kira-kira BTP nanti?

Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu menjelaskan kinerja BUMN sektor energi kini jadi fokus percepatan pemerintah dan pos itu butuh sosok pendobrak.

Ahok yang jadi perbincangan mengaku pernah membahas beberapa BUMN besar bersama Erick Thohir, terutama yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Lalu tepatkah Ahok memimpin perusahaan BUMN, terutama di sektor energi? Ekonom senior yang juga mantan Menko Maritim, Rizal Ramli mengkritisinya.

Kritik tak cuma datang dari Rizal Ramli, di media sosial pun beredar foto penolakan terhadap BTP dari pihak yang mengaku serikat pekerja dari salah satu BUMN energi.

Penolakan terhadap BTP ada alasannya, “Kita tahu perilaku pak Ahok itu kan kata-katanya kasar, sering bikin keributan. Pertamina ini perusahaan strategis yang menjamin untuk seluruh rakyat dalam supply BBM. Kalau di dalamnya nanti dibikin gaduh, gimana bisa maksimal melayani masyarakat?” kata Arie Gumilar, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu seperti dikutip dari laman detik.com.

Meski jadi kontroversi, anggota Komisi VI DPR Deddy Sitorus meminta semua pihak memberi kesempatan BTP menunjukkan kemampuannya. Lepas dari polemik penolakan rencana pemilihan pejabat baru untuk mengisi pos BUMN, menurut pengamat ekonomi dari Center Of Reform On Economics, Piter Abdullah harus dilakukan matang, termasuk untuk BTP, sebab BUMN punya kekhususan dalam pengelolaan.

Kini, proses pemilihan pimpinan BUMN masih berjalan. Hasil seleksi ini nantinya akan diserahkan kepada Kementerian BUMN.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

KOMPAS SIANG

Tanggul Jebol, Bandung Dilanda Banjir

Minggu, 19 Januari 2020 | 18:07 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:01
GANDA PUTRA MARCUS FERNALDI GIDEON/KEVIN SANJAYA SUKAMULJO JADI JUARA INDONESIA MASTERS 2020   GANDA PUTRI GREYSIA POLII/APRIYANI RAHAYU JADI JUARA INDONESIA MASTERS 2020   KETUA DPC PDI-P SURABAYA: WARGA SURABAYA HIDUP DI KAWASAN PERKAMPUNGAN, ATURAN GARASI AKAN SULIT DITERAPKAN   FRAKSI PDI¬P DPRD SURABAYA TOLAK USULAN ATURAN KEWAJIBAN MILIKI GARASI BAGI WARGA PEMILIK KENDARAAN RODA EMPAT   LPSK SIAP BERIKAN PERLINDUNGAN BAGI SAKSI DALAM KASUS DUGAAN SUAP EKS KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN   KEMENLU PASTIKAN 3 DARI 8 WNI AWAK KAPAL IKAN YANG DICULIK DI PERAIRAN TAMBISAN, MALAYSIA, DIPULANGKAN   WAPRES MA’RUF AMIN APRESIASI SOAL PERCEPATAN PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN DI JAWA TIMUR   DISDUKCAPIL KOTA BAUBAU, SULTRA, CATAT 3.336 PENDUDUK BELUM LAKUKAN PEREKAMAN KTP ELEKTRONIK   MENTERI BUMN ERICK THOHIR: PENCAIRAN TAHAP AWAL SEBESAR RP 2 TRILIUN AKAN DILAKUKAN MULAI AWAL MARET 2020   STAF KHUSUS MENTERI BUMN: DANA RP 5 TRILIUN BERASAL DARI “HOLDING” ASURANSI BUMN RP 2 TRILIUN DAN INVESTOR RP 3 TRILIUN   KEMENTERIAN BUMN SIAPKAN SUNTIKAN DANA RP 5 TRILIUN UNTUK GANTI UANG NASABAH ASURANSI JIWASRAYA   PEMKAB PURWOREJO AKAN BUKA POS PENGADUAN KORBAN KERATON AGUNG SEJAGAT   PEMPROV JATIM BUTUH 101 HEKTAR LAHAN DI WILAYAH JEMBATAN SURAMADU UNTUK BANGUN KOMPLEKS PENGETAHUAN ISLAM   KECELAKAAN BUS DI SUBANG, PEMKOT DEPOK SANTUNI RP 10 JUTA UNTUK KORBAN MENINGGAL & BIAYA PENGOBATAN BAGI KORBAN LUKA