HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Ada Aksi Dorong-dorongan, Sidang Paripurna Pengesahan Tatib DPD RI Ricuh

Kamis, 19 September 2019 | 09:30 WIB

Sidang paripurna luar biasa yang dilakukan anggota DPD RI berlangsung ricuh. Ricuh di ruang sidang paripurna DPD RI nyaris berujung adu fisik.

Sejumlah anggota dewan berupaya menenangkan dua anggota DPD yang sempat berdebat. Sebelum terjadi kericuhan, sejumlah anggota DPD melakukan interupsi pembacaan agenda yang membahas tata tertib.

Interupsi sejumlah anggota dewan berlangsung sekitar sepuluh menit. Saat ricuh terjadi tak banyak yang bisa dilakukan pimpinan sidang.

#SidangParipurnaRicuh

Editor : Dian Septina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
04:55
JUMLAH KASUS KORONA DI SPANYOL: 235.290 POSITIF, 150.376 SEMBUH, 28.678 MENINGGAL DUNIA   SPANYOL SIAP BUKA PARIWISATANYA BAGI TURIS LUAR NEGERI MULAI JULI 2020   TIONGKOK BERENCANA BERI VAKSIN KORONA KE BEBERAPA KELOMPOK PADA AKHIR TAHUN MESKI UJI COBA BELUM SELESAI   MENLU TIONGKOK WANG YI SEBUT AS DAN TIONGKOK BERADA DI AMBANG PERANG DINGIN YANG BARU   JUMLAH KASUS KORONA DI KALIMANTAN BARAT: 168 POSITIF, 38 SEMBUH, 4 MENINGGAL DUNIA   SEBANYAK 40 TENAGA KESEHATAN DI KALIMANTAN BARAT TERINFEKSI VIRUS KORONA   UNJ SEBUT TIDAK ADA UNSUR KETERLIBATAN PEJABAT NEGARA DALAM OTT KPK TERHADAP SALAH SATU STAF UNJ   UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (UNJ): TIDAK BENAR TERJADI OTT TERHADAP REKTOR UNJ   UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (UNJ) MEMBENARKAN TELAH TERJADI OTT KPK TERHADAP SALAH SATU STAF UNJ   KEMENHUB SEBUT TRANSPORTASI KELUAR MASUK JABODETABEK TERKENDALI DI HARI PERTAMA IDUL FITRI   PEMERINTAH IMBAU MASYARAKAT TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN KORONA KARENA BELUM ADA VAKSIN   PEMERINTAH MINTA MASYARAKAT MEMPUNYAI PARADIGMA BARU GUNA MENGANTISIPASI PANDEMI KORONA BERKEPANJANGAN   ACHMAD YURIANTO: KITA MASIH AKAN MELALUI TAHAPAN-TAHAPAN YANG CUKUP BERAT DI TENGAH PANDEMI   JUBIR PEMERINTAH PENANGANAN KORONA ACHMAD YURIANTO TEGASKAN SITUASI YANG SEDANG DIHADAPI SAAT INI BELUM NORMAL