Kompas TV internasional kompas dunia

Kalah Pemilu, Presiden Taiwan Mundur dari Pos Ketua Partai: Saya Harus Pikul Tanggung Jawab

Sabtu, 26 November 2022 | 22:42 WIB
kalah-pemilu-presiden-taiwan-mundur-dari-pos-ketua-partai-saya-harus-pikul-tanggung-jawab
Ilustrasi. Militer Taiwan bersama Presiden Tsai Ing-wen. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dilaporkan mundur dari posisi ketua Partai Progresif Demokrat Taiwan usai gagal mengantar partai itu memenangkan pemilihan umum. (Sumber: Taiwan Ministry of National Defense via AP)

TAIPEI, KOMPAS.TV - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dilaporkan mundur dari posisi ketua Partai Progresif Demokrat Taiwan usai gagal mengantar partai itu memenangkan pemilihan umum daerah. Taiwan sendiri menggelar pemilu untuk memilih wali kota, anggota dewan kota, dan pemimpin daerah lain di 13 daerah dan sembilan kota di negara-kepulauan itu, Sabtu (26/11/2022).

Di sejumlah daerah pemilihan wali kota, partai pimpinan Tsai kalah dari oposisi, Partai Nasionalis (Kuomintang). Partai Progresif Demokrat juga kalah di pemilihan pemimpin ibu kota Taipei.

Baca Juga: Di Taiwan, Politisi Berfoto dengan Lobak dan Bawang Putih saat Kampanye, Beda Negara Beda Gaya

Selama kampanye, Tsai berulangkali berkampanye soal "melawan China dan mempertahankan Taiwan." Namun, kandidat wali kota Taipei dari partainya, Chen Shih-chung hanya menyinggung ancaman Beijing beberapa kali sebelum beralih ke isu-isu yang lebih lokal.

Chen sendiri akhirnya kalah dari kandidat Kuomintang, Chiang Wan-an. Partai pimpinan Tsai juga kalah di Taoyuan, Taichung, dan New Taipei.

Tsai pun kemudian menawarkan pengunduran dirinya pada Sabtu (26/11) malam waktu setempat. Secara tradisional, pemimpin partai politik di Taiwan mengundurkan diri usai mengalami kekalahan besar di pemilu.

"Saya mesti menanggung seluruh tanggung jawab. Menghadapi hasil (pemilu) seperti ini, terdapat banyak area yang mesti kami tinjau dengan mendalam," kata Tsai dikutip Associated Press.

Selama pemilihan kali ini, partai pimpinan Tsai dan pengamat internasional berupaya mengaitkan pemilihan dengan ancaman reunifikasi paksa China. Namun, banyak pakar dalam negeri Taiwan yang menyebut isu ancaman China tidak berperan besar dalam pemilu kali ini.

"Komunitas internasional bertaruh terlalu tinggi. Mereka mengangkat pemilihan lokal ini ke level internasional dan (isu) kesintasan Taiwan," kata Yeh-lih Wang, profesor ilmu politik dari Universitas Nasional Taiwan.

Baca Juga: Perwakilan Taiwan di KTT APEC Rupanya Diminta Tak Menghindari Presiden China Xi Jinping.


 

 


Sumber : Associated Press

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


VOD

Jaksa Nilai Pengacara Ferdy Sambo Tidak Profesional

Sabtu, 28 Januari 2023 | 23:55 WIB
Close Ads x