Kompas TV internasional kompas dunia

Pejabat Indonesia Disebut Berkunjung ke Israel, Kemlu Langsung Bereaksi

Kamis, 22 September 2022 | 11:09 WIB
pejabat-indonesia-disebut-berkunjung-ke-israel-kemlu-langsung-bereaksi
Ilustrasi bendera Israel (Sumber: Shutterstock)

Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI langsung bereaksi setelah Pejabat Indonesia disebut berkunjung ke Israel.

Kemlu membantah adanya kunjungan yang dilakukan pejabat Indonesia ke Israel.

Sebelumnya media Israel, I24NEWS, mengungkapkan bahwa seorang pejabat senior Indonesia dan Pakistan bertemu dengan pejabat Kemlu Israel.

Baik Indonesia dan Pakistan tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca Juga: PM Israel Akhirnya Bertemu Presiden Turki setelah 14 Tahun, Hubungan Kedua Negara Kian Hangat

Media tersebut mengungkapkan pejabat Indonesia dan Pakistan pergi ke Israel secara terpisah.

Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Bagus Hendraning Kobarsyih memberikan pernyataan terkait kabar tersebut, Selasa (20/9/2022).

“Selama Palestina masih berada dalam pendudukan Israel, Indonesia tak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” tuturnya dikutip Middle East Eye.

Bagus juga mengatakan kunjungan tersebut tak pernah terjadi, dan posisi Indonesia tetap terkait Israel dan Palestina tetap sama, yaitu mengedepankan “solusi dua negara”.

Sebelumnya, Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dilaporkan membicarakan kemungkinan normalisasi Indonesia dan Israel, saat kunjungannya ke Jakarta, Desember lalu.

Baca Juga: Putin Mobilisasi 300.000 Tentara Tempur Tambahan, Inilah Rentang Masa Serangan Rusia ke Ukraina

Namun, Kemlu saat itu dengan tegas mengatakan hal tersebut tak akan terjadi sebelum solusi dua negara tercapai.

Sebelum melakukan pendekatan ke Indonesia, AS telah menjembatani normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Islam.

Melalui, Kesepakatan Abraham, Israel akhirnya menormalisasi hubungaan dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA).

Negara Zionis itu juga kemudian melakukan normalisasi hubungan dengan Sudan dan Maroko.



Sumber : Middle East Eye

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x