Kompas TV nasional politik

Marak Kasus Kebocoran Data Pribadi, Menkominfo: Itu Tanggung Jawab BSSN

Rabu, 7 September 2022 | 18:11 WIB
marak-kasus-kebocoran-data-pribadi-menkominfo-itu-tanggung-jawab-bssn
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Menurut dia, tugas melindungi Indonesia dari serangan siber imerupakan tugas, pokok dan fungsi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyikapi maraknya data pribadi yang bocor. (Sumber: Dok. Kominfo)
Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS TV - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjawab pertanyaan Komisi I DPR yang menilai kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) amat lemah dalam melindungi data pribadi masyarakat Indonesia. 

Ia menyebut, tugas melindungi Indonesia dari serangan siber itu merupakan tugas, pokok dan fungsi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca Juga: Data Pribadi Masyarakat Kerap Bocor, Anggota Komisi I DPR ke Menkominfo: Memalukan

"Di bawah PP 71 Tahun 2019 terhadap semua serangan siber, leading sector dan domain penting tugas pokok dan fungsi, bukan ada di Kominfo. Semua serangan siber atas ruang digital kita menjadi domain teknis BSSN," kata Johnny di Gedung DPR, Rabu (7/9/2022).

Sekjen Partai Nasdem itu menjelaskan, selama ini, Kominfo banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan perihal kebocoran data hanya agar publik mengetahuinya.

"Kami menjawab itu semuanya hanya agar publik mengetahuinya, tapi bukan menjadi domain dan tugasnya Kominfo dalam kaitan dengan hal-hal teknis serangan siber. Serangan siber sepenuhnya domain (tanggung jawab) BSSN," kata dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyebut, dirinya mencatat ada sebanyak tiga kasus kebocoran data pribadi. 

Dirinya menilai itu sebagai kejadian yang memalukan karena lembaga seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tak bisa mencegahnya. 

"Ada 3 kasus, kasus ini menurut saya mega kasus, sampai kita kebobolan. Ini sebetulnya kan bisa diidentifikasi dari mana. Ini memalukan, pak, kalau menurut saya," kata Nurul di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/9). 

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, dugaan kasus kebocoran itu seperti yang terjadi pada data pelanggan sim card prabayar, Indihome dan  PLN. 

"Masa Kominfo sebulan 3 kali kebocoran dengan data yang besar-besar angkanya. Kemudian juga berkaitan dengan insiden kebocoran sim card ini, sampai saat ini kelihatannya belum diputuskan sistem elektronik mana yang terdampak. Kami ingin tahu," ujarnya. 


Hal senada dikatakan, Dave Laksono mengimbau agar Kominfo untuk segera berbenah memperbaiki kualitas kerja sumber daya manusia (SDM). 

Baca Juga: Pesan Menkominfo Hindari Kebocoran Data: Jaga NIK, Selalu Ganti Password

"Bapak sudah mendapatkan anggaran cukup besar di beberapa tahun terakhir dan tahun depan juga akan ada tambahan besar, lalu juga ada permintaan yang juga lebih besar."

"Nah apakah dana yang besar ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemampuan meningkatkan SDM," tandas Dave.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x