Kompas TV video vod

Negara-negara Blok Timur Memanas Usai Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:10 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Negara-negara blok timur kembali memanas usai kunjungan ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2 Agustus lalu.

Tak hanya bagi negara-negara yang mengalami invasi blok timur, namun juga berdampak pada Indonesia.

Baca Juga: Setelah China Latihan Blokade dan Invasi, Taiwan Langsung Gelar Latihan Militer

Kondisi geopolitik Rusia-Ukraina membuat ekonomi global terdampak.

Sepertiga warga Ukraina harus mengungsi karena invasi rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu terus berlarut hingga sekarang.

Amerika Serikat dibawah pimpinan Presiden Joe Biden kembali memberikan bantuan pertahanan kepada Ukraina.

Bantuan yang diberikan senilai 1 milliar dollar Amerika atau setara Rp 14,8 triliun yang berupa amunisi rudal serta sistem roket artileri mobilitas tinggi.

Di sisi lain, kunjungan ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2 agustus lalu memanaskan blok timur yakni Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara.

Sehari setelah ketibaan pelosi ke Taiwan, Tiongkok merespon dengan meluncurkan 11 rudal dongfeng ke perairan dekat Taiwan.

Peluncuran rudal ini diklaim sebagai latihan militer penembakan langsung pertama kalinya sejak 1996.

Selain rudal, Tiongkok juga melancarkan 100 jet tempur, 10 kapal perang hingga senjata darat.

Bila perang terjadi, Tiongkok akan dengan mudah meluluhlantahkan Taiwan karena kekuatan militer kedua negra sangatlah timpang.

Tiongkok memiliki 2 juta lebih pasukan aktif, sementara Taiwan hanya 169 ribu pasukan.

Untuk tank, Tiongkok memiliki 5.400 tank lebih banyak dari taiwan yang hanya memiliki 650 tank.

Tak hanya itu, negeri tirai bambu ini memiliki pesawat tempur sebanyak 3.227 dan Taiwan 504.

Pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia Suzie Sudaraman menilai, memanasnya hubungan blok barat dan timur ini tak akan menimbulkan perang.

Kunjungan Pelosi dan juga latihan militer Tiongkok merupakan bagian dari gejolak internal negara tersebut.


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x