Kompas TV internasional kompas dunia

Warga Bosnia Shalat Ied ditengah Napak Tilas Pembantaian Srebrenica 1995

Minggu, 10 Juli 2022 | 17:12 WIB
warga-bosnia-shalat-ied-ditengah-napak-tilas-pembantaian-srebrenica-1995
Muslim Bosnia, yang sedang berjalan dalam napak tilas damai untuk mengenang genosida Srebrenica 1995, menghadiri sholat Idul Adha, di dekat lokasi kuburan massal ditemukan di Liplje, Bosnia, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: AP Photo/Armin Durgut)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Purwanto

SREBRENICA, KOMPAS.TV - Hari raya besar Muslim Idul Adha bagi warga Muslim Bosnia bertepatan dengan acara memperingati 27 tahun satu-satunya genosida yang diakui di Eropa sejak Perang Dunia II, pembantaian Srebrenica 1995.

Ratusan etnis Bosnia setiap tahun, termasuk tahun ini setelah dua tahun pandemi Covi-19, berpartisipasi selama akhir pekan dalam napak tilas, berjalan melalui hutan di Bosnia timur untuk mengenang para korban pembantaian Srebrenica oleh pasukan Serbia-Bosnia, atau warga Serbia yang tinggal di Bosnia.

Seperti laporan Associated Press, Minggu, (10/7/2022), mereka juga singgah di desa Liplje hari Sabtu pagi untuk menghadiri sholat ied yang menandai dimulainya Idul Adha tahun ini.

Shalat iduladha itu diselenggarakan di aula komunitas setempat dipimpin oleh Vahid Fazlovic, mufti kota terbesar di Bosnia timur, Tuzla.

"Ini adalah kebahagiaan besar dan menunjukkan rasa hormat kami kepada orang-orang yang dengan cara ini memperingati ulang tahun genosida terhadap warga Bosnia (Srebrenica)," katanya.

Pawai napak tilas sepanjang 100 kilometer menelusuri rute yang diambil oleh pria dan anak laki-laki dari kelompok etnis Bosnia, yang sebagian besar terdiri dari Muslim, ketika mereka mencoba melarikan diri dari Srebrenica setelah direbut oleh pasukan Serbia Bosnia pada hari-hari penutupan perang antaretnis di negara itu pada tahun 1990-an.

Pembunuhan di Srebrenica adalah puncak berdarah dari perang Bosnia tahun 1992-95, yang terjadi setelah Yugoslavia tercerai berai akibat hasrat nasionalistik dan ambisi teritorial yang membuat orang Serbia Bosnia melawan dua faksi etnis utama lainnya di negara itu, etnis Kroasia dan Bosnia.

Pada Juli 1995, setidaknya 8.000 pria Bosnia dari Srebrenica dipisahkan oleh tentara Serbia dari istri, ibu dan saudara perempuan mereka, dikejar melalui hutan di sekitar kota timur dan dibunuh oleh pasukan itu.

Baca Juga: Ribuan Rakyat Bosnia Turun ke Jalan Peringati Pembantaian Ribuan Muslim Bosnia di Srebrenica

Muslim Bosnia, yang sedang berjalan dalam pawai damai untuk mengenang genosida Srebrenica 1995, melakukan sholat Idul Adha, di dekat lokasi kuburan massal ditemukan di Liplje, Bosnia, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: AP Photo/Armin Durgut)

Tentara Serbia Bosnia membuang mayat korban di banyak kuburan massal yang tersebar di sekitar Srebrenica dalam upaya untuk menyembunyikan bukti kejahatan.

Sejauh ini, sisa-sisa lebih dari 6.600 orang telah ditemukan dan dimakamkan kembali di pemakaman peringatan yang luas dan masih berkembang di luar Srebrenica.

Sisa-sisa 50 korban lainnya, yang baru-baru ini ditemukan di kuburan massal dan diidentifikasi melalui analisis DNA, akan dimakamkan di sana pada hari Senin.

Pembantaian itu dinyatakan sebagai genosida oleh pengadilan internasional dan nasional, tetapi para pemimpin Serbia di Bosnia dan negara tetangga Serbia terus meremehkan atau bahkan menyangkalnya meskipun ada bukti tak terbantahkan tentang apa yang terjadi.

Sejak 2014, sebagai bagian dari acara memperingati pembantaian Srebrenica, ribuan orang dari seluruh Bosnia dan dunia bergabung dalam pawai perdamaian tiga hari ke kota Bosnia timur yang bernasib buruk.

Pawai diatur sedemikian rupa sehingga para peserta mencapai pemakaman peringatan di luar Srebrenica pada waktunya untuk menghadiri pemakaman tahunan setiap 11 Juli, peringatan hari pembantaian pada tahun 1995, terhadap korban pembantaian yang baru diidentifikasi.

Muslim Bosnia menyumbang lebih dari setengah total populasi Bosnia yang berjumlah lebih dari 3,5 juta.


Sumber : Kompas TV/Associated Press

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x