Kompas TV nasional berita utama

Wapres Minta Perdamaian di Aceh yang Tercipta Melalui Kesepakatan Helsinki Tidak Dirusak

Kamis, 19 Mei 2022 | 07:37 WIB
wapres-minta-perdamaian-di-aceh-yang-tercipta-melalui-kesepakatan-helsinki-tidak-dirusak
Wapres Maruf Amin saat jumpa pers kunjungan kerja di Bandung, Selasa (22/3/2022). Ini komentar Wapres Maruf Amin atas kuota kloter jemaah haji Indonesia (Sumber: YouTube Wakil Presiden RI)

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta perdamaian di Aceh yang tercipta melalui kesepakatan Helsinki, jangan dirusak.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat bertemua Forum Rektor Aceh di kediamannya sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (19/5/2022).

“Dengan adanya perdamaian, terlihat ada perubahan-perubahan, termasuk intervensi pemerintah bisa membangun waduk, jalan tol, bisa mendorong pendidikan, perguruan tinggi. Nah, itu yang harus dijaga, jangan sampai itu dirusak lagi,” tegas Wakil Presiden.

Menurut Wapres, untuk menjaga kedamaian umat Islam di Aceh perlu diberikan pemahaman akan moderasi beragama sebagai modal utama bangsa Indonesia.

Moderasi beragama yang dimaksud, lanjut Wapres yakni umat Islam harus menjadi seorang muslim kaffah, dengan tetap menjaga kesepakatan nasional di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk Kesepakatan Helsinki bagi masyarakat Aceh.

Baca Juga: Bersilaturahmi Lewat Panggilan Video, Begini Interaksi Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin

“Kita ingin Aceh kondusif, tapi pemahaman keislaman harus kita berikan, moderasi beragama kita itu muslim kaffah ma’al mitsaq. Kalau daerah lain hanya satu, mitsaqul wathani (kesepakatan nasional), di Aceh mitsaqul Helsinki,” tuturnya.

Merespons pernyataan Wapres, Rektor Universitas Malikussaleh Herman Fithra berharap agar perdamaian di Aceh bisa abadi dan diikuti dengan keadilan dan kesejahteraan secara merata bagi masyarakat.

“Tentu kami berharap semua, perdamaian ini bisa kekal, bisa terus berjalan dengan baik dan masyarakat Aceh bisa mendapatkan rasa keadilan dan kesejahteraan. Itulah yang dituntut. Jadi lebih fokus pada masalah ekonomi,” kata Herman.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon Zulkarnain menambahkan bahwa program moderasi beragama sudah mulai dijalankan oleh Kementerian Agama di Aceh dan memperoleh respons positif.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x