Kompas TV nasional kriminal

Lagi, Polres Jakut Gerebek Kantor Pinjol di PIK, 27 Orang Diamankan Salah Satunya WNA

Jumat, 28 Januari 2022 | 04:55 WIB
lagi-polres-jakut-gerebek-kantor-pinjol-di-pik-27-orang-diamankan-salah-satunya-wna
Kapolres Jakarta Utara Kombes Wibowo dalam keterengannya terkait penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/1/2022) malam. (Sumber: KompasTV)

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Hariyanto Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS.TV –  Polisi kembali menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/1/2022) malam. Lokasi penggerebekan ini tidak jauh dari kantor pinjol ilegal yang pada hari Rabu kemarin juga digerebek.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Wibowo menjelaskan, pinjol ilegal ini terungkap setelah ada laporan dari masyarakat yang kemudian didalami lebih lanjut oleh kepolisian. Polisi pun menggerebek kantor pinjol ilegal empat lantai yang terletak di komplek Ruko Palladium, Blok H-15, PIK, Penjaringan, Jakut.

“Sebanyak 27 orang diamankan. Satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang bertindak sebagai manajer,” terang Komber Wibowo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis.

Disebutkan yang lainnya memiliki tugas yang berbeda, mulai pengingat utang yang hampir jatuh tempo (reminder), penagih utang, hingga bertugas mengintimidasi para nasabah yang belum membayar utangnya.

Baca Juga: Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kawasan PIK, 99 Orang Diamankan

Berdasarlan hasil pemeriksaan awal, diketahui kantor pinjol ilegal yang mengoperasikan empat aplikasi yakni, doku, kotak online, dana kilat, dan kredito. Mereka baru beroperasi sejak januari tahun ini dan tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Modus Pinjol

Dalam hal ini, Kombes Wibowo juga menjelaskan cara main yang digunakan oleh kantor pinjol ilegal ini. Nasabah bisa meminjam uang mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp2,5 juta. 

Namun, pinjaman yang diajukan oleh nasabah tidak sepenuhnya diberikan melainkan dipotong hingga sekitar 30 persen. Apabila sudah jatuh tempo, uang pinjaman juga akan dikenakan bunga sekitar 6 persen.

“Saat tidak dilakukan pelunasan, maka dilakukan upaya penagihan secara paksa, pengancaman, pemerasan atau menyebarkan ancaman kepada nomor telepon yang ada,” ungkap Wibowo.

Ia menyampaikan, terkait kasus pinjol ini, pihaknya masih akan mendalami dan memeriksa lebih lanjut.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


VOD

Projo: Pilihan Jokowi Pilihan Rakyat

Senin, 23 Mei 2022 | 15:20 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
15:36
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19