Kompas TV nasional kesehatan

Varian Omicron Tidak Berat tapi Juga Tidak Jinak, Ini Maksudnya

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:34 WIB
varian-omicron-tidak-berat-tapi-juga-tidak-jinak-ini-maksudnya
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Masyarakat diminta untuk tidak menganggap enteng dan tetap mewaspadai penularan Covid-19 varian Omicron. Sebab, sekalipun infeksi varian Omicron tidak menunjukkan gejala umum yang berat, tak lantas berarti gejalanya ringan. (Sumber: Shutterstock)

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Vyara Lestari

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Masyarakat diminta untuk tidak menganggap enteng dan tetap mewaspadai penularan Covid-19 varian Omicron. Sebab, sekalipun infeksi varian Omicron tidak menunjukkan gejala umum yang berat, tak lantas berarti gejalanya ringan.

“Memang tidak berat, tetapi juga tidak jinak, jadi jika kena yang rentan bisa jadi berat,” ujarnya Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunadi, dalam siaran pers, Kamis (27/1/2022).

Menurut Gunadi, varian Omicron sudah menyebabkan kenaikan jumlah pasien rumah sakit dan ICU di Amerika Serikat dan sejumlah negara maju. Selain memiliki kemampuan penyebaran yang cukup tinggi, varian Omicron juga mampu mengelabui sistem imun tubuh.

Baca Juga: Peneliti Sebut Covid-19 Varian Omicron Dapat Bertahan 21 Jam di Kulit Manusia

“Varian ini mampu menurunkan kadar antibodi dalam tubuh, baik setelah vaksinasi maupun (pada) mereka yang pernah menjadi penyintas,” ucapnya.

Ia berpendapat, masyarakat jangan sampai lengah karena menganggap Omicron kurang berat. Varian Omicron memiliki transmisi 70 kali lebih cepat dari varian Delta.

“Jika mengenai orang di sekitar kita, itu menjadi lebih berat terutama pada lansia, komorbid dan mereka yang belum mendapatkan vaksin atau belum divaksin karen alasan kesehatan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Gunadi mengatakan, kasus Covid-19 pada anak akibat varian Omicron meningkat di beberapa negara. Namun demikian perlu adanya penelitian lebih mendalam terkait fatalitas yang ditimbulkan oleh varian baru ini.

Baca Juga: Omicron Merebak, Petugas Sidak Prokes

“Karena data varian Omicron masih minim, yang bisa dilakukan kita semua termasuk pemerintah adalah melakukan vaksinasi pada anak, harapannya anak di bawah usia 6 tahun, tapi ini masih menunggu WHO semoga bisa segera approve untuk kelompok ini,” kata Gunadi.

Halaman Selanjutnya

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19