Kompas TV nasional peristiwa

Anak dari Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok Minta Keadilan: Saya Tidak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:36 WIB
anak-dari-kakek-89-tahun-yang-dikeroyok-minta-keadilan-saya-tidak-terima-papa-meninggal-mengenaskan
Keluarga lansia yang menjadi korban pengeroyokan didampingi kuasa hukum saat melakukan konferensi pers di rumah duka Grand Heaven di Pluit, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). (Sumber: Kompas.com)

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pihak keluarga meminta keadilan atas meninggalnya Wiyanto Halim, kakek berusia 89 tahun yang tewas dikeroyok massa di Jalan Pulokambing, Cakung, Jakarta Timur.

Di hadapan awak media, Bryna, anak korban, mengaku tidak terima dengan keadaan mengenaskan yang dialami ayahnya.

Dengan suara bergetar lantaran menahan tangis, Bryna menuntut keadilan agar peristiwa yang dialami oleh ayahnya dapat diusut tuntas.

"Saya dari keluarga tidak menerima papa meninggal dalam keadaan mengenaskan kayak gini. Kami minta keadilan," ujar Bryna seperti dikutip Kompas.com, Senin (24/1/2022).

Pada konferensi pers yang digelar di rumah duka itu, Bryna berharap peristiwa yang menimpa ayahnya bisa dikawal oleh seluruh pihak, termasuk media. Hal ini agar para tersangka pengeroyokan bisa mendapat hukuman yang seberat-beratnya.

"Kalau sudah meninggal gitu, kamu dapat apa? Bagaimana cara mengusut tuntas ini? Saya minta dengan bantuan untuk mem-blow up ini sampai ke pemerintah. Bantu saya mengusut semuanya," ujar Bryna.

Lebih lanjut, Bryna mengatakan bahwa saat kejadian, tidak biasanya sang Ayah tidak izin kepada keluarga saat hendak pergi. Bahkan, ia menyebut itu kali pertama ayahnya keluar malam.

"Atau enggak, biasanya pergi beli apa, pulang. Enggak sampai yang malam begini. Beliau enggak pernah keluar malam," tutur Bryna.

Keluarga menduga ada dalang di balik pengeroyokan

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Wiyanto Halim, Freddy Yohannes Patty, mengatakan bahwa insiden yang terjadi bukanlah pengeroyokan biasa.

Halaman Selanjutnya


Sumber : Kompas TV/Kompas.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x