Kompas TV video vod

Sederet Fakta Kecelakaan Maut Balikpapan: Sudah Terjadi 13 Tragedi di Lokasi yang Sama

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:07 WIB

Penulis : Desy Hartini

BALIKPAPAN, KOMPAS.TV - Kecelakaan maut terjadi di lampu lalu lintas Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022).

Kecelakaan melibatkan truk tronton dengan belasan mobil dan sepeda motor yang sedang berhenti di lampu lalu lintas.

Berikut sederet fakta terkait kecelakaan tersebut.

Fakta pertama, dari penelusuran awal dan olah TKP, penyebab kecelakaan diduga karena truk mengalami rem blong.

Sopir truk sempat merusaha menurunkan kecepatan dengan menggunakan engine brake. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Baca Juga: Cerita Korban Selamat Kecelakaan Maut Balikpapan: Mobil Terbang di Atas Kepala Saya, Cepat Sekali

Fakta kedua, ada 36 korban kecelakaan yang dilarikan ke beberapa rumah sakit. Dari 36 orang, 8 di antaranya perempuan dan lainnya laki-laki.

Sementara itu, empat orang dinyatakan meninggal dunia.

Fakta ketiga, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, sopir truk yang menabrak sejumlah pengendara hingga tewas telah melanggar aturan. Harusnya, truk berat dilarang melintasi lokasi pukul 06.00 hingga 21.00 Wita.

Namun, truk itu malah melintas melewati jam yang sudah ditentukan yaitu pukul 06.15 Wita.

Fakta keempat, kecelakaan di Simpang Rapak yang memiliki topografi menurun itu memang beberapa kali pernah terjadi.

Dikutip dari Tribun Kaltim, dalam rentang waktu 2019 hingga 2022, terjadi 13 kecelakaan di Simpang Rapak.

Fakta kelima, Mabes Polri melalui Korlantas menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengusut kecelakaan maut di Simpang Muara Rapak.

Fakta keenam, polisi menetapkan MA (48), sopir truk tronton yang menabrak puluhan kendaraan di Simpang Rapak, sebagai tersangka.

Editor: Febi Ramdani

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19