Kompas TV regional berita daerah

Walhi Kalsel : Kerusakan Ekologis Penyebab Banjir di Kalimantan Selatan, Pemerintah Harus Sadar!

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:25 WIB

BANJARBARU, KOMPAS.TV - Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Walhi Kalsel) menegaskan bencana banjir yang selalu dirasakan masyarakat Kalimantan Selatan tak hanya terkait intensitas hujan yang tinggi di saat musim penghujan.

Walhi Kalimantan Selatan menilai banjir yang kerap menimpa Kalimantan Selatan khususnya daerah yang berada dekat dengan Pegunungan Meratus seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin merupakan hasil dari kerusakan ekologis.

Baca Juga: Debit Air Sungai Martapura Meninggi, Warga Khawatirkan Potensi Banjir

Terus berkurangnya hutan karena aktivitas pertambangan batubara, ditambah menjamurnya perkebunan sawit di Kalimantan Selatan dituding Walhi sebagai penyebab utama kerusakan alam dan mengakibatkan banjir.

Walhi Kalsel juga mengungkapkan hampir 50 % wilayah Kalimantan Selatan kini telah dibebani dengan izin pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit.

Sehingga mengakibatkan menipisnya penyangga air hujan seperti pepohonan dan hutan.

Walhi Kalsel  mendesak pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serius menangani permasalahan  banjir.

Sama seriusnya dengan menangani wabah covid 19 yang kini masih terjadi di Indonesia.

"Kalsel selalu saya ingatkan dalam posisi darurat ruang dan bencana ekologis, kalau hujan banjir, kalau kemarau kebakaran lahan, pemerintah harus sadar," ungkap Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono.

Baca Juga: Korban Banjir HST Mulai Keluhkan Gatal dan Flu, Petugas Periksa Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Berdasarkan data yang dimiliki Walhi Kalsel dari total 3,7  juta hektar luas wilayah Kalimantan Selatan, 33 % telah diberikan izin pertambangan khususnya pertambangan batubara.

Sementara 17 % lahan telah dikuasai perizinan perkebunan kelapa sawit.

Penulis : KompasTV Banjarmasin

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:15
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19