Kompas TV regional peristiwa

Musyawarah Keluarga Besar Putra Putri Polri Sulut Berakhir Ricuh, Gelas Melayang dan Kaca Meja Pecah

Selasa, 30 November 2021 | 21:00 WIB
musyawarah-keluarga-besar-putra-putri-polri-sulut-berakhir-ricuh-gelas-melayang-dan-kaca-meja-pecah
Ilustrasi kaca pecah akibat kericuhan di musyawarah Keluarga Besar Putra Putri Polri di Sulawesi Utara. (Sumber: Pixabay)

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Iman Firdaus

MANADO, KOMPAS.TV - Musyawarah Daerah (Musda) V Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Sulawesi Utara berakhir ricuh. Musyawarah keluarga polisi itu pun batal berlanjut.

Ketua Umum PP KBPP Polri Evita Nursanty mengatakan pihaknya membatalkan acara yang mestinya berlangsung pada Senin (29/11/2021) dan Selasa (30/11/2021) karena kericuhan kemarin malam.

"Setelah berkoordinasi dengan pembina, yaitu Polda Sulut dan Pimpinan Pusat KBPP Polri memutuskan untuk membatalkan Musda V KBPP Polri Sulut," ujar Evita Nursanty pada Selasa, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Kronologi Penembakan di Bintaro yang Ternyata Pelakunya Polisi, Berawal Warga Lapor Dibuntuti

Kegiatan Musda itu dibuka pada Senin (29/11/2021) pukul 15.00 Wita. Awalnya, acara berjalan tertib saat Ketua Umum KBPP Polri dan Kapolda Sulut memberi sambutan serta membuka Musda V KBPP Polri Sulut. 

Akan tetapi, suasana memanas saat musyawarah itu masuk ke agenda Paripurna I yang membahas pengesahan kuorum, jadwal acara, tata tertib dan pemilihan presidium sidang.

Menurut Evita, keributan mulai terjadi akibat sekelompok putra putri Polri mempersoalkan salah satu pasal di tata tertib (tatib) yang menetapkan kriteria untuk menjadi Ketua PD KBPP Polri.

"Saya memantau berlangsungnya penyelenggaraan Musda tersebut, yang menjurus ke rusuh seperti melempar gelas, memecahkan kaca meja, berteriak-teriak, dan lainnya," kata Evita. 

Ia mengaku Pimpinan Pusat KBP dan Polda Sulut sudah berupaya meredam ketegangan dengan berbagai cara, tetapi nihil hasilnya. Malah, peserta Musda sampai melakukan kekerasan dengan melempar gelas dan memecahkan meja kaca.

Baca Juga: Dulu Dagangan Jenderal Dudung Ditendang Tamtama, Kini Anggota TNI Terlibat Baku Hantam di 3 Tempat

Sumber : Kompas.com


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19