Kompas TV nasional politik

Nasdem: Penunjukkan Ahmad Sahroni Sebagai Ketua Pelaksana Formula E Tak Ada Kaitan dengan Partai

Selasa, 30 November 2021 | 16:29 WIB
nasdem-penunjukkan-ahmad-sahroni-sebagai-ketua-pelaksana-formula-e-tak-ada-kaitan-dengan-partai
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni di Balai Kota DKI, Senin (29/11/2021) (Sumber: Hasya Nindita/Kompas.tv)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, mengatakan bahwa penunjukkan Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E tidak ada kaitannya dengan partai politik. 

Sahroni ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Formula E murni sebagai bentuk profesionalitas Sahroni sebagai penggiat otomotif. 

"Jadi tidak ada kaitannya dengan partai politik tertentu, tapi profesionalitas bang Roni sebagai penggiat dan penggila otomotif," kata Wibi kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon, Selasa (30/11/2021). 

Hal ini Wibi ungkapkan setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh untuk memerintahkan Ahmad Sahroni mundur dari posisi Ketua Pelaksana Formula E Jakarta. 

Sahroni dinilai membahayakan posisi Presiden Joko Widodo karena membawa-bawa nama Jokowi sementara masih banyak persoalan yang membelit penyelenggaraan Formula E. 

Baca Juga: Berandai-andai Surya Paloh, Politikus PSI akan Suruh Sahroni Mundur dari Ketua Pelaksana Formula E

Wibi mengatakan bahwa Partai Nasdem tidak merekomendasikan atau mendesak posisi Sahroni sebagai ketua pelaksana. 

"Tidak ada juga satu pun desakan atau rekomendasi dari Nasdem untuk penentuan Ketua Pelaksana. Ini murni profesionalisme. Jadi ketika PSI minta pak Surya Paloh mencopot, memangnya pak Surya Paloh yang menentukan? Kan aneh," kata Wibi. 

Menurut Wibi, sosok Sahroni sudah dinilai tepat memimpin kepanitiaan penyelenggaraan Formula E karena kapasitasnya sebagai penggiat otomotif dan posisinya sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI). 

"Bagi Nasdem, kakak Sahroni adalah figur yang tepat, terlepas dia anggota DPR RI dari Nasdem, tapi beliau adalah penggiat otomotif dan Sekjen IMI. Bersama-sama Pak Bamsoet (Bambang Soesatyo) sebagai steering committee dari Golkar, mereka adalah duo menarik dan punya kapasitas menyukseskan ajang ini," kata Wibi. 

Penulis : Hasya Nindita | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19