Kompas TV nasional kesehatan

WHO Sebut Varian Baru Covid-19 Omicron Memiliki Tingkat Penularan Tinggi

Minggu, 28 November 2021 | 09:03 WIB

KOMPAS.TV - Dunia tampaknya belum bisa benar-benar bebas dari merebaknya virus covid-19. Jelang akhir tahun 2021 ini kembali muncul mutasi virus corona varian Omicron.

Badan Kesehatan Dunia WHO Jumat 26 November kemarin menetapkan varian covid-19 dengan kode B11529 ini masuk dalam daftar perhatian yang perlu diwaspadai.

WHO menyatakan Omicron merupakan varian baru covid-19 yang memiliki tingkat penularan tinggi menurunkan efektivitas diagnosis, terapi, serta vaksin yang sudah ada saat ini. Varian ini terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan.

Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Candra Yoga Aditama menyatakan varian Omicron diketahui bisa bermutasi lebih banyak, yakni 30-50 mutasi.

Dengan merebaknya corona varian Omicron ini, sejumlah negara menutup dan membatasi akses kunjungan ke negara bagian Afrika Selatan.

Baca Juga: Tingkat Penularan Tinggi, WHO: Varian Baru Covid-19 Omicron Perlu Diwaspadai!

Di antaranya Inggris, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Maroko, Filipina, Jerman, Italia, Jepang, India, Taiwan dan Singapura.

Menanggapi varian baru covid-19 Omicron, Kementerian Kesehatan menyatakan akan memperketat aturan karantina dan perjalanan dari dan menuju negara-negara Afrika. 

Epidemiolog dari Griffith University Australia menegaskan, penguatan pintu hingga konsistensi karantina tuuh hari diperlukan untuk mencegah varian Omicron masuk ke Indonesia.

Varian Omicron ini merupakan varian covid-19 kelima di dunia dan sudah merebak di di Afrika Selatan, Botswana, Hong Kong hingga Belgia.

WHO menyebut spesimen dari kasus varian pertama Omicron dikumpulkan pada 9 November 2021.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:48
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19