Kompas TV feature tips, trik, dan tutorial

Apa Penyebab dan Kapan Harus Mengunjungi Dokter jika Mata Kedutan? Begini Kata Pakar

Sabtu, 27 November 2021 | 08:49 WIB
apa-penyebab-dan-kapan-harus-mengunjungi-dokter-jika-mata-kedutan-begini-kata-pakar
Ilustrasi. Beberapa orang terkadang merasakan kedutan di beberapa bagian tubuh, termasuk di kelopak mata. Ada yang dengan sejumlah pertanda. Ini penjelasan pakar. (Sumber: Unsplash.com/Marc Schulte)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV – Beberapa orang terkadang merasakan kedutan di beberapa bagian tubuh, termasuk di kelopak mata. Ada yang dengan sejumlah pertanda. Tapi, tahukah apa penyebab kedutan pada mata?

Kedutan pada mata merupakan kejang otot kelopak mata yang berulang dan tidak disengaja yang terjadi setiap beberapa detik selama satu atau dua menit.

Penyebab paling umum di balik kedutan mata yang ditakuti adalah stres dan kelelahan.

Penyebab lainnya termasuk iritasi mata, ketegangan mata, mata yang tidak lurus, mata yang membutuhkan kacamata, pengobatan, penggunaan alkohol, tembakau atau kafein.

Baca Juga: Kisah di Balik Foto Ikonik Gadis Afghanistan Bermata Hijau di Majalah National Geographic

Tapi apakah kedutan itu hanya mengganggu atau bisa jadi pertanda masalah yang lebih serius? Ahli bedah plastik okulofasial Julian D. Perry, MD, memberikan penjelasan terkait kedutan mata.

Kedutan mata biasa terjadi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan, kata Dr Perry, seperti dilansir Cleveland Clinic.

Sebagian besar waktu, kejang mata yang tidak terduga ini akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatan medis.

“Banyak pasien khawatir ini mungkin merupakan masalah neurologis. Mereka khawatir sesuatu yang serius sedang terjadi, tetapi itu jarang terjadi," kata Dr Perry.

“Beberapa hal dapat menyebabkan satu atau kedua mata berkedut dan bisa berlangsung selama berhari-hari hingga berminggu-minggu, yang bisa sangat membuat frustrasi,” katanya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19