Kompas TV klik360 sinau

Bukan Karena Malu, Ini Alasan Kenapa Babi Selalu Berjalan Menunduk

Kamis, 25 November 2021 | 19:00 WIB

KOMPAS.TV - Babi termasuk salah satu mamalia besar di dunia hewan dengan populasi terbanyak di dunia. Hewan dengan berat badan antara 140 dan 300 kg ini punya sejumlah fakta unik.

Salah satunya adalah babi selalu berjalan menunduk. Bukan hanya sekadar tebak-tebakan dengan jawaban lucu, ternyata ada alasan kenapa babi jalannya menunduk.

Babi tidak hanya selalu berjalan menunduk, melainkan tidak bisa mengangkat kepalanya dengan leluasa.

Hal ini karena hewan ini memiliki anatomi tulang belakang yang melengkung ke bawah atau menunduk dan tersambung ke bagian lehernya.

Susunan tulang sendi, dan otot yang menghubungkannya membuat jangkauan leher babi terbatas. Dilansir dari Pet Pig World, hal ini membuatnya tidak bisa melihat ke atas atau mengangkat kepalanya lebih dari 15 derajat.

Anatomi tubuh tersebut juga menyebabkan babi harus berjalan mundur untuk bisa melihat obyek yang tinggi seperti pohon.

Baca Juga: Penampakan Hiu Bermuka Babi Langka, Ditangkap oleh Angkatan Laut Italia

Selain itu, babi adalah omnivora atau hewan pemakan segala, yang semua makanannya ditemukan di tanah seperti akar, serangga, dan juga umbi, sehingga babi perlu menunduk untuk mencari makanannya.

Babi juga tidak perlu khawatir terhadap predator di udara seperti burung elang karena ukuran tubuhnya terlalu besar dan berat sehingga bukan merupakan incaran predator udara.

Ukuran badan yang besar akibat penumpukan lemak dan daging di sekitar leher ini juga membatasi gerak lehernya.

Tidak hanya kesulitan melihat ke atas, babi juga kesulitan untuk menoleh ke belakang. Sebagai gantinya, mereka akan memutar badan untuk melihat ke belakang.

(*)

Grafis: Joshua Victor

Penulis : Gempita Surya

Sumber : diolah dari berbagai sumber



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:59
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19