Kompas TV regional berita daerah

Nasib Warga Bunut di Tengah Sirkuit Mandalika: Tanah Tak Kunjung Dibayar dan Terganggu Suara Motor

Sabtu, 20 November 2021 | 12:54 WIB
nasib-warga-bunut-di-tengah-sirkuit-mandalika-tanah-tak-kunjung-dibayar-dan-terganggu-suara-motor
Warga Dusun Bunut bertahan di tengah Sirkuit Mandalika karena tanah dan bangunan belum dibayar. (Sumber: KOMPAS.com/Mochamad Sadheli)

Tanpa gelang tersebut, jangan harap mereka bisa melewati penjagaan ketat WSBK Mandalika.

Adapun Dusun Bunut yang berada di tengah Sirkuit Mandalika itu masih didiami sekitar 48 kartu keluarga (KK). 

Dari 48 KK tersebut, masih banyak balita di dalamnya. Sementara suara motor tak bisa melihat usia ataupun lawan jenis siapa yang mendengarnya. 

Bagi balita, jam tidur mereka tak seperti orang dewasa. Mereka butuh banyak waktu untuk memejamkan mata. Akan tetapi, suara motor knalpot ber-cc tinggi tentu sangat mengganggu.

Warga Dusun Bunut seperti 'terpenjara' di tengah Sirkuit Mandalika lebih dari satu minggu lamanya.

Baca Juga: Ini 5 Aturan yang Wajib Anda Ketahui sebelum Nonton WSBK di Mandalika

Warga Desa Bunut sejatinya bersedia untuk pindah. Beberapa dari mereka juga sudah memiliki tujuan daerah baru untuk disinggahi. 

Soal harga, ITDC dan warga juga sudah sepakat di angka Rp75 juta per are (100 meter persegi). Rata-rata dari mereka memiliki lebih dari 20 are untuk satu keluarga besar (lebih dari satu KK). 

"Harga tanah sudah setuju Rp75 juta per are. Tapi ini ada bangunan, dan mereka belum kasih harga (untuk bangunan)," sambung Suprayadi, warga Desa Bunut lainnya.

"Kami bersedia pindah, tetapi tanah dan bangunan belum dibayar," kata dia.

Baca Juga: Jadi Kebanggaan Indonesia, Sirkuit Mandalika Dirampungkan dalam Waktu 14 Bulan

Penulis : Hedi Basri | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:44
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19