Kompas TV nasional wawancara

Mediasi dengan Luhut Gagal, Pengacara Haris: Kami Yakin Tidak Ada Tindak Pidana

Selasa, 16 November 2021 | 20:45 WIB

KOMPAS.TV - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan memutuskan untuk melanjutkan proses hukum pencemaran nama baik yang dilakukan aktivis Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti.

Luhut akhirnya melanjutan gugatan seusai gagal melakukan mediasi dengan kedua terlapor di Polda Metro Jaya.

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar tidak hadir dalam proses mediasi dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan

Luhut menyatakan, tidak perlu lagi adanya upaya mediasi yang dilakukan sehingga Luhut berharap proses hukum kasus pencemaran nama baik tetap berlanjut hingga persidangan.

Baca Juga: Pimpinan DPR Serahkan ke BPK dan BPKP Soal Rencana Luhut yang Ingin Audit LSM

Sementara itu Direktur Eksekutif Lokataru Hariz Azhar tidak mempermasalahkan jika Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan akan melanjutkan proses hukum ke pengadilan.

Melalui pesan tertulis kepada Kompas TV, Haris Azhar menyatakan, "Saya tidak ada masalah mau lanjut kemanapun justru itu bagus karena akan muncul bahan-bahan pembuktian yang ada.”

Sebelumnya agenda mediasi dijadwalkan pada Kamis 21 Oktober lalu saat itu Haris dan Fatia hadir di Polda Metro Jaya namun pihak Luhut Pandjaitan berhalangan hadir.

Luhut Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia terkait pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya.

Luhut melaporkan Haris dan Fatia karena percakapan keduanya di kanal YouTube yang menyebut Luhut bermain dalam bisnis tambang di Intan Jaya Papua.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Tahanan Polres Kembali Di Tangkap

Senin, 24 Januari 2022 | 16:36 WIB
Berita Daerah

Pementasan Tari Sanghyang

Senin, 24 Januari 2022 | 16:28 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
16:53
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19