Kompas TV internasional kompas dunia

AS Sembunyikan Serangan Udara yang Tewaskan Puluhan Orang di Suriah, Berpotensi Kejahatan Perang

Minggu, 14 November 2021 | 16:35 WIB
as-sembunyikan-serangan-udara-yang-tewaskan-puluhan-orang-di-suriah-berpotensi-kejahatan-perang
Ilustrasi Jet Tempur yang sedang menyerang. AS dilaporkan berupaya menutup-nutupi serangan udara ke Suriah yang berpotensi menjadi kejahatan perang. (Sumber: Kompas.com/Thinkstock)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Edy A. Putra

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) dilaporkan berupaya menutup-nutupi serangan udaranya ke Suriah yang berpotensi menjadi kejahatan perang. Hal tersebut dilaporkan oleh New York Times, Sabtu (13/11/2021).

Serangan udara yang dimaksud terjadi pada 18 Maret 2019 di Baghuz, Suriah. Serangan ini diperkirakan membunuh hingga 80 orang, di antaranya perempuan dan anak-anak.

Militer AS membela diri bahwa korban tewas adalah kombatan ISIS. Namun, identitas sebagian besar korban tewas tak pernah terungkap dan investigasi terhadapnya tak pernah terwujud.

New York Times memperkirakan 64 warga sipil tewas dalam serangan tersebut. Namun, pihak militer enggan mengakuinya.

Serangan itu menewaskan 16 kombatan ISIS. Untuk korban yang lain, militer menyebutnya belum tentu mereka warga sipil atau kombatan.

Baca Juga: Serangan Udara Ethiopia ke Ibu Kota Tigray Tewaskan 3 Anak-Anak 

ISIS sendiri diketahui menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai kombatan. Dalam rekaman tersebut, diketahui bahwa sebagian korban perempuan dan anak-anak membawa senjata.

Serangan udara itu menyasar orang-orang yang berkumpul di bantaran sungai di daerah Baghuz. Menurut laporan New York Times, seorang tentara yang secara tak sengaja menyaksikan rekaman kamera drone pengawas serangan itu terkejut.

Menurutnya, kamera drone menunjukkan sekumpulan perempuan dan anak di samping sungai. Tiba-tiba, jet tempur F-15E AS mengebom mereka beberapa kali.

Serangan pertama membuat kerumunan berhamburan mencari selamat. Namun, jet tempur mengejar dan mengebom mereka.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19