Kompas TV regional viral

Kapolres Nunukan yang Pukuli Anak Buah Jalani Pemeriksaan Etik

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:04 WIB

KOMPAS.TV - Aksi penganiayaan yang dilakukan Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara terhadap anggota viral di media sosial.

Akibatnya, Kapolres Nunukan pun langsung dinonaktifkan dari jabatannya dan akan menjalani pemeriksaan etik oleh Propam Polda Kalimantan Utara dan sekarang dalam tahap pemariksaan oleh Kabidporpam Polda Kalimantan Utara.

Video berdurasi 43 detik merekam aksi saat Kapolres Nunukan menendang dan memukul anggotanya dalam sebuah ruang pertemuan di Polres Nunukan.

Kami tidak bisa menampilkan gambar ini secara utuh karena mengandung unsur kekerasan.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pekan lalu 21 Oktober 2021.

Namun kejadian ini menjadi viral setelah brigadir sl korban pemukulan Kapolres Nunukan mengunggah video ini ke media sosial.

Akibat peristiwa ini, Kapolres Nunukan pun langsung dinonaktifkan dari jabatannya dan dipindah ke Pamen Biro SDM Polda Kalimantan Utara.

Baca Juga: Menyebarkan Video Penganiayaan Dirinya, Brigadir SL Minta Maaf ke Kapolres Nunukan

Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmat menyebut, kemarahan Kapolres Nunukan dipicu karena sikap anggotanya yang sulit dihubungi ketika gangguan telekomunikasi terjadi saat kapolres akan melakukan rapat virtual.

Birigadir SL korban pemukulan kapolres nunukan AKBP SA meminta maaf telah menyebarkan video Kapolres Nunukan menganiaya anak buah hingga viral di media sosial.

Brigadir SL juga mengaku tidak melaksanakan perintah pimpinan dan menyesali tindakannya.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti menyesalkan adanya tindak kekerasan yang dilakukan Kapolres Nunukan saat marah kepada anggotanya yang tidak menjalankan tugas.

Poengky Indarti menyebut, setiap anggota Polri harus humanis dan menjunjung tinggi HAM sesuai arahan Kapolri.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:40
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19