Kompas TV nasional politik

Tegas! Presiden Jokowi Minta Masalah Doping dengan WADA Diinvestigasi, Hasilnya Diumumkan ke Publik

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:30 WIB
tegas-presiden-jokowi-minta-masalah-doping-dengan-wada-diinvestigasi-hasilnya-diumumkan-ke-publik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo tahun 2021 (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya evaluasi dan investigasi terkait sanksi yang diberikan Badan Antidoping dunia (WADA) terhadap Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali usai rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (22/10/2021). Rapat tersebut juga dihadiri Ketua Umum Lembaga Anti Doping Indonesia (Ladi) Musthofa Fauzi.

Menurut Amali, Presiden memantau dan mencermati setiap perkembangan olahraga dan prestasi para atlet Indonesia.

Baca Juga: Teledor Soal Laporan Tes Doping, KOI Minta LADI Harus Tanggung Jawab!

Jokowi juga meminta agar hasil investigasi diumumkan secara terbuka kepada publik. Misal siapa yang terlibat atau bertanggung jawab secara keseluruhan, diumumkan ke masyarakat.

Arahan melakukan evaluasi internal dan investigasi secara menyeluruh ini, sambungnya, untuk mereformasi LADI secara total.

"Kami sudah bentuk tim tujuh orang. Dua dari Komite Olimpiade Indonesia dan dua dari LADI. Kemudian dua perwakilan cabang olahraga yang sekarang sedang tanding yaitu bulu tangkis, dan satu dari pemerinrah yang fasilitasi. Itu sudah disampaikan kepada presiden dan beliau sudah sambut baik agar langkah ini diakselerasi," ujar Menpora. 

Ia menambahkan pihaknya juga sudah menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tes doping dengan WADA. 

Baca Juga: 3 Arahan Jokowi ke Menpora dan LADI Imbas Sanksi WADA

Kemenpora telah mengutus tim untuk memperbaiki komunikasi Indonesia dengan WADA untuk menyelesaikan sanksi yang diberikan. 

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas

Selasa, 30 November 2021 | 12:14 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
12:22
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19