Kompas TV regional berita daerah

Ada Pas Kecil, Nelayan di Bantul Tak Perlu Terjerat Pinjol

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:27 WIB
ada-pas-kecil-nelayan-di-bantul-tak-perlu-terjerat-pinjol
Ilustrasi kapal nelayan di Bantul saat menerjang gelombang tinggi di perairan Indonesia. (Sumber: Tribunnews)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV-  Di tengah maraknya masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol), Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyerahkan "Pas Kecil" kepada para nelayan, Selasa (19/10/2021). Keberadaan "Pas Kecil"  bisa membuat nelayan bisa terhindar dari jeratan pinjol.

"Pas Kecil" merupakan Surat Tanda Kebangsaan Kapal yang diperuntukkan bagi kapal-kapal dengan tonase kotor kurang dari 7 GT. Selain bermanfaat sebagai  tanda kepemilikan kapal yang jelas, "Pas Kecil" ini juga bisa digunakan sebagai jaminan yang berfungsi mirip Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

“Pas Kecil ini juga bisa dipakai sebagai agunan, ketika para nelayan perlu tambahan modal, BPD dan saya kira bank lain siap menyalurkan KUR untuk nelayan,” ujar bupati Bantul.

Baca Juga: Nelayan Di Kepulauan Mulai Sulit Mendapatkan Ikan

Menurut bupati Bantul, jumlah nelayan di Bantul sebanyak  267 orang dengan jumlah kapal sebanyak 128 unit. Untuk saat ini, "Pas Kecil" yang diterbitkan sebanyak 41 dan secara bertahap seluruh kapal akan mendapatkannya.

“Dengan adanya Pas Kecil, nelayan di Bantul telah memenuhi syarat hukum, artinya legalitas kendaraan atau alat tangkap mereka sah sehingga mereka aman dan terlindungi,” ucapnya.

Teguh, salah satu nelayan di Pantai Depok sudah mengurus administrasi untuk mendapatkan "Pas Kecil" sejak setahun lalu. Ia memiliki kapal pertama pada 1999 dan setelah itu beberapa kali berganti kapal.

Baca Juga: Unik, Polres Kendal Vaksinasi Nelayan di Atas Kapal Apung

“Ini sangat membantu saya, rencananya saya jadikan jaminan ke bank untuk penguatan modal,” tutur nelayan Bantul ini.

 

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19