Kompas TV olahraga kompas sport

Deadlock, PT PSS Belum dapat Penuhi Ultimatum Bupati Sleman

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:50 WIB
deadlock-pt-pss-belum-dapat-penuhi-ultimatum-bupati-sleman
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengecek pelaksanaan uji coba tempat wisata Tebing Breksi Sleman, Kamis (16/9/2021). (Sumber: Switzy Sabandar/KOMPAS.TV)

SLEMAN, KOMPAS.TV - Para pemegang saham PT Putra Sleman Sembada (PSS) belum dapat memberikan keputusan terkait ulitimatum yang diberikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. 

Sebelumnya telah diketahui bahwa Kustini telah memberikan ultimatum soal tiga tuntutan suporter PSS Sleman (BCS & Slemania) kepada PT PSS selaku perusahaan pengelola klub PSS Sleman, pada Kamis (14/10/2021). 

Salah satu tuntutan suporter PSS adalah memecat pelatih saat ini, Dejan Antonic, lantaran performa yang kurang memuaskan.  Kustini pun memberikan tenggat waktu sampai Senin (18/10) kemarin. 

Baca Juga: Bupati Sleman Beri Ultimatum kepada Pemegang Saham Mayoritas PT PSS

Namun, dalam pertemuan virtual Senin sore yang dihadiri oleh pemegang saham mayoritas PT PSS, Agus Projosasminto, pihak dewan klub belum memberi keputusan final terhadap ultimatum Kustini. 

Agus menjelaskan bahwa belum adanya keputusan final, lantaran belum mencapai titik temu dengan pemegang saham PT PSS lainnya, Effy Soenarni Soeharsono. 

"Kami mohon maaf ibu Bupati, hingga sore ini belum ada keputusan final," ungkap Agus, dikutip dari rilis yang diterima KOMPAS.TV.

"Kita berdua sudah komunikasi, tapi sampai saat ini belum ada hasil atau keputusan." 

"Saya tetap berkomitmen untuk mencari solusi yang terbaik untuk PSS Sleman agar tidak berlarut-larut," terang Agus.

Di sisi lain, Kustini tidak dapat ikut campur secara lebih perihal keputusan internal manajemen klub. Dirinya hanya meminta pihak manajemen klub segera merampungkan masalah ini. 

Penulis : Gilang Romadhan | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:40
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19