Kompas TV nasional hukum

Indonesia Butuh UU Perlindungan Data Pribadi, Ini Sejumlah Manfaatnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:02 WIB
indonesia-butuh-uu-perlindungan-data-pribadi-ini-sejumlah-manfaatnya
Ilustrasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang dibutuhkan masyarakat saat ini. (Sumber: Unsplash/Dan Nelson)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) masih digodok di DPR RI. Sejumlah pihak mendorong agar DPR segera mengesahkan aturan itu.

Salah satunya adalah Chairman of Indonesia Services Dialogue (ISD) Board of Directors Yos Adiguna Ginting. Yos membeberkan sejumlah manfaat RUU PDP.

Menurutnya, aturan perlindungan data pribadi masyarakat akan memberikan kepastian regulasi dalam pengembangan ekosistem ekonomi digital.

Baca Juga: Waspada Data Pribadi Dicuri untuk Akses Aplikasi Pinjol, Ini Pencegahannya

“Rancangan ini diharapkan dapat menciptakan kepastian regulasi bagi sektor jasa, menciptakan inisiatif bagi pemerintah, dan pelaku usaha untuk berinovasi serta mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia,” ujar Yos Ginting dalam seminar daring, Senin (18/10/2021), dikutip dari Antara.

Yos juga menilai bahwa masyarakat juga sangat membutuhkan pembahasan RUU PDP yang optimal.

Hal ini karena aturan itu akan menjadi payung hukum dari semua proses hukum terkait pengelolaan data pribadi. Mulai layanan paylater atau pinjaman online hingga penegakan hukum.

Yos Ginting pun mendesak pemangku kepentingan segera menyelesaikan pembahasan RUU PDP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, RUU PDP dapat mempercepat penggunaan teknologi pada masa depan sesuai prinsip-prinsip pelindungan data pribadi hingga memberikan rasa aman pada masyarakat.

Terlebih, Yos menyebut ada ratusan negara yang telah mengesahkan aturan serupa untuk melindungi masyarakatnya.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:00
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19